DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa praktik diskriminatif berupa klub khusus warga asing di Pulau Dewata sudah tidak ada lagi. Hal ini disampaikannya usai memimpin Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali pada Selasa lalu, pekan ini.
Pernyataan Gubernur Koster merespons aksi penindakan yang dilakukan oleh Ditjen Imigrasi terhadap dua warga negara Belanda penyelenggara "Entourage Run" di kawasan Canggu, Kabupaten Badung. Klub lari tersebut diduga melarang warga negara Indonesia (WNI) untuk ikut serta dalam kegiatan mereka.
"Mengenai klub eksklusif khusus orang asing ini, sebelumnya juga ada komunitas hunian eksklusif yang sudah tidak ada lagi. Saya yakin kasus ini sama," ujar Koster, merujuk pada fenomena yang sempat disebut sebagai "desa Rusia" di Bali.
Meski demikian, Gubernur Koster membantah laporan yang menyebut acara "Silent Disco" yang digagas oleh klub "Entourage Run" bersifat diskriminatif. Menurutnya, ada warga Indonesia yang turut hadir dalam acara tersebut.
"Ada warga Indonesia di acara itu, jadi laporan yang mengatakan sebaliknya tidak benar," tegasnya.
Sebelumnya, Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko dalam konferensi pers di Jakarta menyatakan bahwa tindakan tegas diambil karena kegiatan klub lari tersebut dinilai melanggar aturan keimigrasian. Kedua warga Belanda itu disebut menyelenggarakan acara tanpa izin yang berlaku.
"Seharusnya tidak ada negara dalam negara. Kami menganggap klub lari ini berfungsi sebagai 'negara dalam negara'," tegas Marantoko.
Di tengah beberapa insiden yang melibatkan WNA belakangan ini, Gubernur Koster menegaskan bahwa situasi di Bali tetap aman dan kondusif. Ia meminta publik untuk tidak menilai kondisi Bali hanya berdasarkan informasi dari media sosial.
"Situasi di Bali baik, kondusif, dan aman. Lihatlah kondisi sebenarnya di lapangan," ujarnya.
Pemerintah Provinsi Bali akan terus menjaga iklim pariwisata yang kondusif dan memastikan setiap pengunjung mematuhi peraturan daerah. Koster juga mendorong komunitas lari lainnya di Bali untuk tidak gentar dan tetap beraktivitas selama tidak mengganggu warga sekitar.
"Tidak masalah selama aktivitas lari pagi tidak mengganggu orang lain," pungkasnya.