Gubernur Bali Pastikan Tak Ada Lagi Klub Eksklusif Khusus WNA di Pulau Dewata, Imigrasi Tindak Tegas Penyelenggara

Penulis: Ivan Setiawan  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 11:06:31 WIB
Gubernur Bali memastikan tidak ada lagi klub eksklusif khusus warga negara asing di Pulau Dewata.

DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa praktik diskriminatif berupa klub khusus warga asing di Pulau Dewata sudah tidak ada lagi. Hal ini disampaikannya usai memimpin Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bali pada Selasa lalu, pekan ini.

Tindak Tegas Klub Lari "Entourage Run"

Pernyataan Gubernur Koster merespons aksi penindakan yang dilakukan oleh Ditjen Imigrasi terhadap dua warga negara Belanda penyelenggara "Entourage Run" di kawasan Canggu, Kabupaten Badung. Klub lari tersebut diduga melarang warga negara Indonesia (WNI) untuk ikut serta dalam kegiatan mereka.

"Mengenai klub eksklusif khusus orang asing ini, sebelumnya juga ada komunitas hunian eksklusif yang sudah tidak ada lagi. Saya yakin kasus ini sama," ujar Koster, merujuk pada fenomena yang sempat disebut sebagai "desa Rusia" di Bali.

Diskriminasi atau Kesalahpahaman?

Meski demikian, Gubernur Koster membantah laporan yang menyebut acara "Silent Disco" yang digagas oleh klub "Entourage Run" bersifat diskriminatif. Menurutnya, ada warga Indonesia yang turut hadir dalam acara tersebut.

"Ada warga Indonesia di acara itu, jadi laporan yang mengatakan sebaliknya tidak benar," tegasnya.

Peringatan Keras dari Imigrasi: "Jangan Ada Negara dalam Negara"

Sebelumnya, Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko dalam konferensi pers di Jakarta menyatakan bahwa tindakan tegas diambil karena kegiatan klub lari tersebut dinilai melanggar aturan keimigrasian. Kedua warga Belanda itu disebut menyelenggarakan acara tanpa izin yang berlaku.

"Seharusnya tidak ada negara dalam negara. Kami menganggap klub lari ini berfungsi sebagai 'negara dalam negara'," tegas Marantoko.

Kondusifitas Bali dan Imbauan ke Komunitas Lari

Di tengah beberapa insiden yang melibatkan WNA belakangan ini, Gubernur Koster menegaskan bahwa situasi di Bali tetap aman dan kondusif. Ia meminta publik untuk tidak menilai kondisi Bali hanya berdasarkan informasi dari media sosial.

"Situasi di Bali baik, kondusif, dan aman. Lihatlah kondisi sebenarnya di lapangan," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Bali akan terus menjaga iklim pariwisata yang kondusif dan memastikan setiap pengunjung mematuhi peraturan daerah. Koster juga mendorong komunitas lari lainnya di Bali untuk tidak gentar dan tetap beraktivitas selama tidak mengganggu warga sekitar.

"Tidak masalah selama aktivitas lari pagi tidak mengganggu orang lain," pungkasnya.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: bali.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top