10 Tempat Memancing Favorit di Bali untuk Akhir Pekan, dari Spot Tersembunyi hingga Laut Lepas

Penulis: Feri Andika  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 16:56:01 WIB
Sejumlah pemancing terlihat di Pantai Serangan, Denpasar, pada Minggu pagi.

Bali bukan cuma surga peselancar. Bagi warga lokal dan perantau yang tinggal di Denpasar, Badung, atau Gianyar, akhir pekan sering diisi dengan mencari angin laut sambil menunggu kail ditarik ikan. Dari pesisir timur hingga utara, ada beberapa titik yang sudah teruji bertahun-tahun oleh komunitas pemancing Bali.

Pengalaman memancing di sini beda. Bukan soal hasil tangkapan semata—tapi soal ritme ombak, aroma bakaran ikan di pinggir pantai, dan obrolan ringan dengan penduduk setempat yang tahu persis kapan arus laut berubah. Berikut sepuluh tempat yang layak masuk daftar kunjungan Anda.

1. Pantai Serangan — Spot Hits di Selatan Bali

Pantai Serangan di Denpasar Selatan sudah lama jadi langganan pemancing dari Kota Denpasar dan sekitarnya. Aksesnya mudah, hanya 15 menit dari Bandara Ngurah Rai. Spot ini dikenal dengan ikan kakap merah dan kerapu yang sering berkumpul di sekitar terumbu karang buatan.

Warga lokal biasa mancing dari dermaga atau menyewa perahu nelayan untuk menjangkau titik yang lebih dalam. Waktu terbaik? Pagi buta antara pukul 05.00–08.00 WITA, saat air mulai pasang. Tidak ada biaya masuk resmi, hanya perlu koordinasi dengan pemilik perahu di pinggir pantai.

2. Tanjung Benoa — Mancing Santai di Teluk yang Tenang

Tanjung Benoa terkenal dengan wisata airnya, tapi di sisi timur teluk ada area khusus pemancing. Airnya tenang, cocok untuk pemula yang baru belajar mengatur kekencangan senar. Ikan baronang dan kuwe sering muncul di sini, terutama saat bulan gelap.

Banyak warga lokal memilih mancing dari pinggir menggunakan umpan udang hidup. Cek kondisi angin sebelum berangkat—jika angin kencang dari selatan, lebih baik tunda. Tidak ada jam operasional tetap, karena ini area terbuka.

3. Pantai Kusamba, Klungkung — Tradisi Mancing di Atas Perahu Jukung

Pantai Kusamba di timur Klungkung menawarkan pengalaman berbeda: mancing dari perahu jukung tradisional milik nelayan setempat. Ikan tongkol dan cakalang jadi target utama. Suasana subuh di sini magis—latar Gunung Agung di timur, laut masih tenang.

Biasanya nelayan berangkat sekitar pukul 04.30 WITA. Anda bisa ikut serta dengan biaya sewa perahu yang bervariasi. Tidak ada harga patokan, jadi tawar-menawar adalah hal wajar. Pastikan bawa jaket angin karena suhu laut pagi hari cukup dingin.

4. Pantai Amed, Karangasem — Spot Favorit Pemancing Ikan Karang

Amed di Karangasem punya garis pantai berbatu yang jadi rumah bagi ikan kerapu, kakap, dan lobster. Banyak pemancing mancanegara datang ke sini untuk memancing sambil menyelam. Spot ini ideal untuk mancing dasar menggunakan joran panjang.

Akses dari pusat kota sekitar 2 jam berkendara. Waktu terbaik adalah pagi hari sebelum pukul 09.00 WITA. Tidak ada tiket masuk khusus, tapi beberapa resor di sepanjang pantai menyewakan peralatan pancing. Cek ombak dulu—saat musim barat, ombak bisa besar dan berbahaya.

5. Pantai Saba, Gianyar — Spot Malam yang Ramai Pemancing Lokal

Pantai Saba di Gianyar mungkin tidak sepopuler Sanur, tapi bagi pemancing lokal, ini surga tersembunyi. Malam hari, pantai ini dipenuhi lampu kecil dari pemancing yang mencari ikan manyung dan pari. Suasananya santai, banyak warung tenda yang menjual kopi dan gorengan.

Lokasinya sekitar 30 menit dari Ubud. Tidak ada biaya masuk. Bawalah senter dan perlengkapan anti-nyamuk. Warga lokal biasa memancing mulai pukul 18.00 hingga tengah malam. Ikan hasil tangkapan sering langsung dibakar di pinggir pantai.

6. Perairan Nusa Penida — Tantangan untuk Pemancing Laut Dalam

Nusa Penida bukan hanya untuk snorkeling dengan mola-mola. Perairan di sekitarnya terkenal sebagai spot mancing tuna dan marlin. Banyak operator tur mancing dari Sanur yang menawarkan paket sewa kapal untuk sehari penuh.

Perjalanan dari Sanur ke Nusa Penida memakan waktu sekitar 30–45 menit menggunakan speedboat. Harga sewa kapal bervariasi, tergantung durasi dan jumlah peserta. Waktu terbaik adalah musim kemarau (April–Oktober) saat ombak lebih bersahabat. Jangan lupa bawa obat anti-mabuk laut.

7. Pantai Yeh Gangga, Tabanan — Spot Tersembunyi di Pesisir Barat

Yeh Gangga di Tabanan menawarkan pantai berpasir hitam dengan ombak yang relatif tenang. Spot ini jarang dikunjungi turis, jadi suasananya masih sangat alami. Ikan yang sering didapat antara lain ikan ekor kuning dan barakuda kecil.

Akses dari Denpasar sekitar 1,5 jam. Tidak ada fasilitas resmi, jadi bawa bekal sendiri. Waktu terbaik adalah sore hari menjelang matahari terbenam. Banyak pemancing lokal yang datang setelah selesai bekerja di sawah.

8. Pantai Perancak, Jembrana — Surga Mancing di Ujung Barat Bali

Perancak di Jembrana adalah muara sungai yang bertemu laut. Ekosistemnya kaya akan udang dan ikan kecil, yang menarik ikan-ikan predator seperti kakap dan kerapu. Spot ini cocok untuk mancing dari perahu atau dari pinggir sungai.

Perjalanan dari Denpasar sekitar 2,5 jam. Banyak pemancing yang menginap di homestay sekitar untuk menikmati mancing subuh. Tidak ada tiket masuk, tapi Anda perlu koordinasi dengan nelayan setempat untuk sewa perahu. Musim timur (Mei–September) adalah waktu terbaik.

9. Pantai Lebih, Gianyar — Spot Mancing dari Dermaga Kayu

Pantai Lebih di Gianyar punya dermaga kayu panjang yang menjorok ke laut. Dari sini, pemancing bisa menjangkau area yang lebih dalam tanpa perlu perahu. Ikan kakap dan kuwe sering terlihat di sekitar tiang-tiang dermaga.

Lokasinya dekat dengan Pasar Seni Sukawati, jadi mudah dijangkau. Waktu terbaik adalah pagi hari atau menjelang senja. Tidak ada biaya masuk. Bawalah kursi lipat dan payung karena tidak ada tempat berteduh di dermaga.

10. Teluk Pemuteran, Buleleng — Mancing di Kawasan Konservasi

Pemuteran di Buleleng terkenal dengan terumbu karang buatannya yang jadi rumah bagi berbagai jenis ikan. Spot mancing di sini biasanya berada di luar zona konservasi, sekitar 500 meter dari pantai. Ikan yang sering didapat antara lain ikan kakatua dan napoleon.

Akses dari Denpasar sekitar 3 jam. Banyak resor di Pemuteran yang menawarkan paket mancing dengan pemandu lokal. Waktu terbaik adalah pagi hari saat air masih tenang. Pastikan mengikuti aturan konservasi setempat—jangan memancing di area yang dilarang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah perlu izin khusus untuk memancing di Bali?
Tidak ada izin khusus untuk memancing rekreasi di pantai umum. Namun, jika menggunakan perahu sewaan, biasanya sudah diurus oleh pemilik perahu. Untuk area konservasi seperti Pemuteran, patuhi zona yang diperbolehkan.

Kapan waktu terbaik memancing di Bali?
Secara umum, pagi hari antara pukul 05.00–09.00 WITA adalah waktu paling produktif. Kondisi laut juga lebih tenang. Musim kemarau (April–Oktober) memberikan ombak yang lebih bersahabat dibanding musim hujan.

Apakah perlu menyewa perahu atau bisa mancing dari pinggir?
Bisa keduanya. Spot seperti Pantai Serangan dan Pantai Lebih menyediakan akses mancing dari dermaga atau pinggir pantai. Untuk hasil lebih maksimal, sewa perahu bersama nelayan lokal adalah pilihan umum.

Ikan apa saja yang biasa didapat di perairan Bali?
Jenisnya bervariasi tergantung lokasi. Di pesisir selatan dan timur, kakap merah, kerapu, dan kuwe dominan. Di laut lepas seperti Nusa Penida, tuna dan marlin jadi target utama. Ikan baronang dan ekor kuning banyak di area terumbu karang.

Bagaimana cara mencari pemandu atau sewa perahu?
Cara paling mudah adalah datang langsung ke pantai tujuan dan bertanya pada nelayan setempat. Biasanya mereka ada di sekitar dermaga atau tempat parkir. Alternatifnya, tanyakan di grup Facebook komunitas pemancing Bali—banyak info terbaru soal harga dan kondisi laut.

Memancing di Bali bukan sekadar aktivitas akhir pekan—ini cara merasakan ritme pulau yang lebih lambat, lebih dekat dengan laut dan orang-orang yang hidup darinya. Tidak perlu perlengkapan mahal atau pengalaman bertahun-tahun. Datang saja, bawa umpan, dan biarkan laut yang bicara. Selamat memancing.

Reporter: Feri Andika
Back to top