DENPASAR — Panggung Taman Budaya Provinsi Bali berubah menjadi ruang ekspresi bagi puluhan pelajar. Mereka mengikuti lomba teater modern dalam rangkaian Festival Seni Bali Jani 2026. Delapan kelompok dari berbagai daerah di Bali tampil bergiliran, membawakan naskah kontemporer sarat pesan sosial.
Lomba yang digelar Pemerintah Provinsi Bali ini bukan sekadar ajang adu akting. Peserta dituntut menyelaraskan teknik pemeranan dengan pemahaman terhadap isu-isu lokal dalam naskah.
“Perlombaan ini sebagai wadah mengembangkan kreativitas generasi muda dalam seni peran dan sastra sekaligus mengasah kepekaan sosial terhadap budaya lokal,” demikian pernyataan penyelenggara.
Setiap kelompok merupakan perwakilan terbaik dari masing-masing kabupaten/kota di Bali. Mereka melewati seleksi ketat di tingkat daerah sebelum berlaga di festival tingkat provinsi ini.
Penampilan mereka disaksikan dewan juri yang terdiri dari praktisi teater dan akademisi seni. Penilaian mencakup interpretasi naskah, kekompakan tim, serta kemampuan menghidupkan karakter di atas panggung.
Festival Seni Bali Jani merupakan agenda tahunan untuk merawat sekaligus memperkenalkan seni kontemporer kepada generasi muda. Selain teater modern, festival ini menghadirkan berbagai cabang seni pertunjukan lainnya.
Kehadiran lomba teater modern diharapkan mampu menstimulasi tumbuhnya kelompok teater baru di kalangan pelajar. Lewat panggung ini, bakat muda terus terasah dan melahirkan karya yang relevan dengan zamannya.