Jurusan Pariwisata SMK di Bali Diserbu Pendaftar Melebihi Kuota, DPRD Desak Penambahan Kelas

Penulis: Eri Subagio  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 20:27:01 WIB
Pendaftar jurusan pariwisata di SMK se-Bali melampaui kuota yang tersedia pada tahun ajaran 2026.

DENPASAR — Pergeseran minat siswa terhadap jurusan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi sorotan di Bali menjelang tahun ajaran baru 2026. Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Suwirta, menyebut jurusan pariwisata dan perhotelan kini menjadi primadona dengan jumlah pendaftar yang melampaui kuota yang tersedia.

“Saya sudah sampaikan kemarin sama Pak Kadis, ini kejadian betul ini dimana jurusan pariwisata kuota yang tersedia itu, yang mendaftar melebihi daripada kuota,” ujar Suwirta di Gedung DPRD Bali, Selasa (14/7/2026).

Perbankan dan Tata Niaga Ditinggalkan

Fenomena ini tidak terjadi pada semua jurusan. Suwirta mengungkapkan bahwa jurusan perbankan dan tata niaga justru mulai kehilangan pamor di kalangan calon siswa. “Kemudian jurusan seperti perbankan, tata niaga itu sekarang sudah tidak terlalu diminati,” imbuhnya.

Kondisi ini mendorong Komisi IV DPRD Bali untuk mengusulkan penambahan kelas pada jurusan pariwisata dan perhotelan di berbagai SMK yang ada di Provinsi Bali. Usulan tersebut telah disampaikan langsung kepada Kepala Dinas Pendidikan setempat.

Mengapa Pariwisata Kembali Menjadi Pilihan Utama?

Meski tidak disebutkan secara eksplisit oleh Suwirta, lonjakan peminat jurusan pariwisata ini diduga kuat terkait dengan pemulihan sektor pariwisata Bali pasca-pandemi. Kebutuhan tenaga kerja terampil di bidang perhotelan, travel, dan industri kreatif kembali meningkat seiring melonjaknya kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik ke Pulau Dewata.

Para orang tua dan siswa dinilai kembali melirik jurusan yang menjanjikan serapan kerja tinggi di daerah sendiri. Hal ini menjadi sinyal positif bagi industri pariwisata Bali yang membutuhkan regenerasi tenaga kerja muda yang kompeten.

Langkah DPRD dan Dinas Pendidikan ke Depan

Usulan penambahan kelas ini menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan kajian dan realokasi sumber daya, termasuk guru dan fasilitas praktik, agar lonjakan peminat bisa diakomodasi tanpa menurunkan kualitas pembelajaran.

Keputusan terkait realisasi penambahan kelas dan penyesuaian kuota untuk tahun ajaran 2026 masih menunggu tindak lanjut dari Dinas Pendidikan. Sementara itu, para calon siswa yang telah mendaftar di jurusan pariwisata diharapkan bersabar hingga proses verifikasi dan penerimaan selesai dilakukan.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: bali.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top