KARANGASEM — Pendakian Gunung Agung, gunung berapi aktif setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut, ditutup sementara selama sepekan. Penutupan berlaku mulai hari ini, Jumat (26/6), hingga Kamis (2/7). Keputusan ini diambil untuk menghormati pelaksanaan upacara adat di Pura Pengubengan, salah satu pura di kompleks Pura Besakih.
Pemucuk Pura Pengubengan Besakih, Jro Mangku Nyoman Artawan, menjelaskan bahwa puncak pujawali akan berlangsung pada Senin (29/6). Namun, rangkaian upacara sudah dimulai sejak Jumat (26/6) hari ini. "Kami sudah bersurat secara resmi sejak beberapa waktu yang lalu kepada semua pihak. Semoga tidak ada pendaki yang nekat," kata Artawan, Rabu (24/6).
Sosialisasi penutupan jalur pendakian ini dilakukan secara luas. Menurut Artawan, pihaknya telah mengirimkan surat resmi ke Forum Pendakian Provinsi Bali dan berbagai agen perjalanan. Para wisatawan diminta menunda aktivitas pendakian hingga upacara selesai. "Silakan melakukan pendakian setelah pujawali selesai dilaksanakan (3 Juli)," imbuhnya.
Gunung Agung merupakan gunung favorit para pendaki karena medannya yang menantang. Waktu tempuh dari jalur Besakih menuju puncak biasanya mencapai 7-8 jam. Namun, masyarakat Bali memegang teguh nilai kesakralan gunung ini. Setiap aktivitas di kawasan tersebut harus mengikuti aturan adat yang berlaku.
Artawan berharap seluruh pendaki mematuhi aturan yang sudah disosialisasikan. Ia meminta tidak ada pihak yang melanggar demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. "Mari kita saling menghormati," ujarnya. Saat ini, para pengempon pura sudah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut jalannya upacara adat tersebut.