BALI — Eka Prasetya, jurnalis Jawa Pos Radar Bali, tercatat sebagai peserta dalam kegiatan China International Press Communication Center (CIPCC) yang digelar di Beijing, Tiongkok. Program ini mempertemukan puluhan jurnalis dari berbagai negara untuk mempelajari sistem media dan kebijakan publik di negara tirai bambu tersebut.
Dalam program tersebut, Eka mengikuti serangkaian sesi diskusi dan kunjungan ke sejumlah institusi media serta pusat kebudayaan di Beijing. Ia menyebut pengalaman ini membuka wawasan baru terkait perkembangan jurnalistik di era digital, terutama dalam menyajikan berita berbasis data dan teknologi.
Eka mencatat beberapa agenda penting selama mengikuti CIPCC, termasuk kunjungan ke kantor pusat media nasional Tiongkok dan diskusi dengan para redaktur senior. Ia juga berkesempatan melihat langsung proses produksi konten berita yang melibatkan kecerdasan buatan dan sistem distribusi digital.
“Ini pengalaman yang sangat berharga. Kami bisa melihat bagaimana media di Tiongkok beradaptasi dengan perubahan teknologi dan kebiasaan konsumsi berita masyarakat,” ujar Eka dalam catatan perjalanannya.
Selain memperdalam kompetensi jurnalistik, program CIPCC juga menjadi ajang membangun jejaring dengan jurnalis dari negara lain. Eka mengaku banyak bertukar pengalaman dengan peserta dari Asia, Afrika, dan Amerika Latin, terutama dalam menghadapi tantangan hoaks dan disinformasi di masing-masing negara.
Ia berharap ilmu yang didapat selama di Beijing bisa diterapkan di meja redaksi Radar Bali, terutama dalam menyajikan berita yang lebih kontekstual dan berbasis fakta untuk pembaca di Bali.