DENPASAR — Kinerja investasi di Pulau Dewata terus menunjukkan penguatan di tengah tekanan ekonomi global. Realisasi investasi Bali pada 2025 mencapai Rp42 triliun, dengan pertumbuhan 6,78 persen yang meningkat dari capaian triwulan sebelumnya sebesar 5,47 persen.
Memanfaatkan momentum tersebut, Pemprov Bali menyiapkan program bernama Bali Jagadhita. Program ini akan menawarkan 22 proyek strategis yang mencakup sektor pariwisata berkelanjutan, ekonomi kreatif, hingga infrastruktur digital.
Proyek-proyek ini dirancang untuk menjaring investasi langsung dari luar negeri. Pemerintah daerah menargetkan investor global yang mencari stabilitas dan potensi pertumbuhan di kawasan Asia Tenggara.
Kenaikan investasi sebesar 6,78 persen pada triwulan terakhir menunjukkan daya tahan ekonomi Bali. Sektor pariwisata yang pulih pascapandemi menjadi motor utama, diikuti oleh pengembangan kawasan ekonomi khusus di bagian selatan dan timur pulau.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bali menyebutkan bahwa kontribusi investasi asing langsung masih mendominasi. Sektor akomodasi, makanan-minuman, serta transportasi menjadi penyumbang terbesar.
Setiap proyek strategis yang masuk dalam program Bali Jagadhita diwajibkan bermitra dengan pelaku UMKM lokal. Aturan ini bertujuan agar pertumbuhan investasi tidak hanya dinikmati korporasi besar, tetapi juga mengalir ke warung, pengrajin, dan penyedia jasa di desa-desa.
Pemprov menargetkan realisasi investasi Rp42 triliun pada 2025 mampu menyerap lebih dari 50 ribu tenaga kerja langsung. Angka ini diharapkan meningkat seiring bergulirnya proyek-proyek baru pada 2026.
Program Bali Jagadhita akan resmi dipasarkan ke forum-forum investasi internasional mulai awal 2026. Pemerintah daerah menyiapkan insentif fiskal dan kemudahan perizinan melalui sistem daring terpadu untuk mempercepat realisasi proyek.
Fokus utama tetap pada investasi hijau yang tidak merusak lingkungan. Pemprov memastikan setiap proyek harus melalui kajian analisis dampak lingkungan yang ketat sebelum mendapatkan izin.