TABANAN — Kabupaten Tabanan kembali mencatatkan namanya di panggung nasional. Kali ini, daerah yang dikenal dengan julukan "Bumi Sarwa Eka" itu dinobatkan sebagai yang terbaik ketiga dalam kategori penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting tahun 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Yogyakarta. Acara ini juga dirangkaikan dengan forum diskusi keuangan daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri, membahas tantangan PAD hingga skema pembiayaan kreatif bagi daerah.
Salah satu inovasi yang dianggap paling efektif dalam menekan angka stunting adalah program unggulan Bupati Ngantor di Desa. Inisiatif yang digagas langsung Bupati Sanjaya ini memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perangkat desa, dan lintas sektor.
Lewat program itu, persoalan pembangunan—termasuk gizi buruk dan kemiskinan—ditangani langsung hingga tingkat keluarga sasaran. Bukan sekadar seremonial, bupati dan jajaran OPD rutin turun ke desa untuk memastikan intervensi berjalan tepat sasaran.
Penghargaan ini tidak datang begitu saja. Kementerian Dalam Negeri melakukan penilaian ketat yang mencakup konvergensi program, capaian layanan, efektivitas intervensi hingga tingkat desa, serta laju penurunan angka stunting dan kemiskinan. Inovasi daerah yang adaptif dan berdampak langsung ke masyarakat juga menjadi poin penilaian utama.
"Terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri, yang telah memberikan penilaian dan apresiasi kepada Kabupaten Tabanan," ujar Bupati I Komang Gede Sanjaya dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Tabanan yang disebutnya telah bahu-membahu mewujudkan visi "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" menuju Tabanan era baru yang aman, unggul, dan madani.
Bupati Sanjaya menegaskan bahwa penghargaan ini bukan akhir, melainkan motivasi untuk terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat. Percepatan penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan akan terus digenjot secara berkelanjutan.
"Hubungan yang koordinatif antara pemerintah dan masyarakat membuat berbagai program dapat berjalan dengan baik. Dengan kerja sama dan kolaborasi yang kuat, berbagai prestasi akhirnya dapat kita wujudkan bersama," tambahnya.
Ke depan, Pemkab Tabanan berkomitmen memperluas jangkauan program intervensi, terutama di desa-desa yang masih memiliki angka stunting dan kemiskinan di atas rata-rata provinsi. Inovasi seperti "Bupati Ngantor di Desa" akan terus dioptimalkan agar dampaknya terasa lebih merata.