MANGUPURA — Serapan anggaran belanja daerah Kabupaten Badung pada semester pertama 2026 masih sangat rendah. Berdasarkan data APBD 2026 yang dirilis oleh Katadata Databoks, realisasi belanja baru mencapai 3,6 persen dari total anggaran yang ditetapkan.
Pagu belanja daerah tahun ini tercatat turun 10,45 persen dibandingkan anggaran tahun sebelumnya. Dari total Rp11.527,16 miliar yang dianggarkan, baru Rp414,79 miliar yang terserap dalam periode Januari hingga Juni 2026.
Dari total realisasi Rp414,79 miliar, porsi terbesar berasal dari belanja pegawai yang mencapai Rp317,00 miliar. Angka ini setara dengan 76,4 persen dari total belanja yang sudah terealisasi.
Sementara itu, belanja barang dan jasa baru terserap Rp50,36 miliar, dan belanja lainnya sebesar Rp46,03 miliar. Adapun belanja modal—yang biasanya menjadi indikator pembangunan infrastruktur—hanya terealisasi Rp1,41 miliar.
Rendahnya realisasi belanja di triwulan pertama hingga pertengahan tahun merupakan pola yang kerap terjadi di banyak pemerintah daerah. Proses lelang proyek dan administrasi pengadaan barang dan jasa biasanya baru bergulir efektif setelah kuartal kedua berjalan.
Namun, angka 3,6 persen di Badung tergolong sangat rendah jika dibandingkan dengan target realisasi semester pertama yang idealnya berkisar antara 40 hingga 50 persen dari total pagu. Hal ini bisa berdampak pada perlambatan perputaran uang di tingkat lokal, terutama bagi pelaku UMKM dan penyedia jasa yang menggantungkan diri pada proyek pemerintah.
Sebagai salah satu daerah dengan kontribusi terbesar terhadap PDRB Bali, lambatnya belanja daerah di Badung berpotensi menekan aktivitas ekonomi. Belanja modal yang baru Rp1,41 miliar menunjukkan belum ada proyek infrastruktur skala besar yang berjalan pada semester pertama.
Pemerintah Kabupaten Badung diharapkan dapat mempercepat realisasi anggaran pada semester kedua, terutama untuk belanja barang dan jasa serta belanja modal. Percepatan ini penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah yang bertumpu pada sektor pariwisata dan jasa.