BALI — Manajemen Persib sudah mulai menghitung beban fisik pemain. Status juara domestik otomatis membuka tiket ke level Asia, tapi konsekuensinya bukan sekadar gengsi—melainkan tumpukan jadwal yang bisa mencapai 50 laga dalam satu musim.
Kompetisi paling prestisius yang sudah pasti diikuti adalah AFC Champions League Two (ACL 2). Persib akan memulai langkah dari babak playoff melawan Manila Digger, klub asal Filipina, pada 12 Agustus 2026.
Ini menjadi kesempatan perbaikan setelah musim lalu perjalanan mereka terhenti di babak 16 besar. Pengalaman menghadapi klub-klub kuat Asia disebut-sebut jadi modal utama untuk tampil lebih kompetitif tahun ini.
Selain ACL 2, Persib juga dipastikan tampil di ASEAN Club Championship atau Shopee Cup. Di turnamen antar-klub Asia Tenggara itu, mereka akan mewakili Indonesia bersama Borneo FC Samarinda.
Belum lagi agenda domestik: Super League musim depan, Piala Indonesia, dan kemungkinan turnamen pramusim. Total, Maung Bandung berpotensi menjalani empat hingga lima ajang berbeda sepanjang musim 2026-2027.
Kondisi ini jelas menuntut kesiapan fisik, mental, dan yang paling krusial: kedalaman skuad. Rotasi pemain bukan lagi opsi, melainkan keharusan. Jika tidak, risiko cedera dan penurunan performa di akhir musin mengintai.
Bagi Bobotoh, kabar ini tetap menjadi angin segar. Setelah sekian lama absen, Persib kembali punya panggung Asia yang konsisten—bukan sekadar numpang lewat.
Jadwal awal Persib musim 2026-2027: