DENPASAR — Sebanyak 233.117 warga Kota Denpasar tercatat telah menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pekan lalu. Angka ini melampaui target awal yang hanya menyasar kalangan pelajar di berbagai jenjang pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Denpasar menjelaskan, perluasan sasaran dilakukan secara bertahap sejak awal tahun. “Kami tidak hanya membidik siswa, tetapi juga tenaga pendidik dan ibu hamil agar dampak program lebih terasa di masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Rincian penerima program MBG di Denpasar mencakup tiga kategori utama. Pertama, pelajar dari tingkat PAUD hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Kedua, tenaga pendidik dan kependidikan yang bertugas di sekolah negeri maupun swasta. Ketiga, ibu hamil yang terdaftar di posyandu dan puskesmas setempat.
Pemkot Denpasar mengalokasikan anggaran khusus untuk menjangkau kelompok ibu hamil. Langkah ini diambil berdasarkan data tingginya angka kekurangan gizi pada ibu hamil di beberapa kelurahan.
Setiap hari, dapur umum MBG di setiap kecamatan menyiapkan ribuan porsi makanan. Menu disusun oleh ahli gizi dari Dinas Kesehatan dengan standar kalori dan protein yang disesuaikan kebutuhan masing-masing kelompok sasaran.
Proses distribusi dilakukan langsung ke sekolah dan posyandu setiap pagi. Petugas dapur umum memastikan makanan sampai dalam kondisi hangat dan layak konsumsi paling lambat pukul 09.00 WITA.
Berbeda dengan program bantuan pangan konvensional, MBG di Denpasar menekankan aspek edukasi gizi. Penerima manfaat tidak hanya menerima makanan, tetapi juga pendampingan tentang pola makan sehat dari tenaga kesehatan.
“Kami ingin kebiasaan makan bergizi ini berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sesaat,” tambah Kepala Dinas Pendidikan. Program ini juga melibatkan kader posyandu untuk memantau perkembangan berat badan ibu hamil secara berkala.
Pemkot Denpasar menargetkan seluruh kecamatan di kota ini sudah terjangkau MBG pada semester kedua tahun ini. Saat ini, beberapa kelurahan di Kecamatan Denpasar Utara dan Denpasar Timur masih dalam tahap persiapan dapur umum.
Evaluasi berkala dilakukan setiap bulan untuk menyesuaikan jumlah porsi dengan data penerima manfaat terbaru. Jika ditemukan warga baru yang memenuhi kriteria, pendaftaran tetap dibuka melalui RT/RW setempat.