Pemkab Badung Luncurkan Gerakan "Badung Peduli Residu" untuk Tangani Sampah Residu di Tengah Semarak Posyandu 2026

Penulis: Feri Andika  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 12:45:28 WIB
Pemkab Badung meluncurkan gerakan "Badung Peduli Residu" di sela kegiatan Semarak Posyandu 2026.

BADUNG — Peluncuran gerakan "Badung Peduli Residu" tidak digelar dalam forum formal di ruang rapat, melainkan di tengah keramaian kegiatan Semarak Posyandu Kabupaten Badung Tahun 2026. Pemkab Badung sengaja memilih momen ini untuk menjangkau langsung warga yang menjadi ujung tombak pengelolaan sampah rumah tangga.

Mengapa Posyandu Dipilih sebagai Titik Peluncuran?

Posyandu bukan sekadar tempat layanan kesehatan ibu dan anak. Di Badung, posyandu adalah simpul interaksi warga yang paling rutin. Dengan menggandeng kader posyandu, Pemkab berharap edukasi pemilahan residu bisa menyasar langsung ke dapur-dapur warga.

“Kegiatan Semarak Posyandu Kabupaten Badung Tahun 2026 ini, kami rangkaikan sekaligus dengan peluncuran gerakan penanganan sampah residu yang kami beri nama Badung Peduli Residu,” demikian pernyataan resmi dari pihak Pemkab Badung.

Apa yang Berbeda dari Program Sampah Sebelumnya?

Gerakan ini memfokuskan diri pada residu — sampah yang sudah tidak bisa didaur ulang lagi. Selama ini, perhatian publik lebih banyak tersedot pada sampah plastik atau organik yang bisa diolah. Padahal, residu dari popok bekas, pembalut, hingga limbah medis rumah tangga kerap berakhir di TPA tanpa penanganan khusus.

Pemkab Badung ingin mengubah kebiasaan itu. Lewat gerakan ini, warga diedukasi untuk memisahkan residu dari sampah lain sejak dari rumah. Kader posyandu akan menjadi garda terdepan dalam sosialisasi teknis pemilahan ini.

Langkah Nyata Setelah Peluncuran

Pemkab Badung belum merinci secara detail infrastruktur pendukung yang akan disiapkan, seperti tempat penampungan sementara khusus residu atau jadwal pengangkutan yang berbeda. Namun, peluncuran di Semarak Posyandu 2026 menjadi sinyal bahwa program ini akan berjalan dengan pendekatan komunitas, bukan sekadar instruksi dari atas.

Ke depan, warga Badung bisa menantikan panduan teknis yang lebih konkret dari dinas terkait. Yang jelas, gerakan ini menegaskan bahwa masalah sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan TPA besar — tapi dimulai dari cara warga memilah di dapur masing-masing.

Reporter: Feri Andika
Sumber: radarbali.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top