DENPASAR — Bog Art Space resmi menandai kehadirannya di Bali dengan membuka pameran fotografi bertajuk "Unspoken Dialogue" karya Lucas Leo Catalano, Senin malam. Pameran ini menghadirkan air sebagai subjek utama yang diposisikan bukan sekadar objek pasif, melainkan medium komunikasi antara dunia fisik dan metafisik.
Pameran dibuka oleh Mantan Konsul Kehormatan Negara Italia untuk Indonesia di Bali, Pino Confessa. Acara ini mendapat sambutan hangat dari kalangan seniman, budayawan, aktivis lingkungan, fotografer, dan masyarakat umum.
Kurator pameran Tjandra Hutama menjelaskan, Lucas sengaja meminimalisir kehadiran manusia dalam karya-karyanya. Ia memberi ruang bagi air untuk menjadi aktor utama yang melakukan "monolognya" sendiri.
"Ketika sebagian orang lebih terlena akan keindahan dan keteraturan, Lucas justru masuk melalui sudut pandang berbeda. Ia berusaha mengeksplorasi air bukan sebagai objek pasif, melainkan sebagai medium transmutasi," kata Tjandra.
Menurutnya, Lucas sangat cermat menempatkan medium cahaya untuk membangkitkan air sebagai medium komunikasi. Dengan menangkap bias cahaya yang melewati tetesan, aliran, hingga genangan, air diposisikan sebagai penerjemah antara dunia fisik (Sekala) dan dunia metafisik (Niskala).
Dalam beberapa karya fotonya, Lucas menggunakan teknik pembiasan cahaya (refraction). Tjandra menyebut teknik itu bukan sekadar eksperimen teknis, melainkan pernyataan filosofis tentang bagaimana air menjadi lensa yang mendistorsi realitas di Bali.
"Gagasan ini menjadi semakin menarik manakala air selanjutnya membentuk persepsi atau bisa jadi menyamarkan masalah tentang narasi ideal dalam kenyataan sehari-hari," tambah Tjandra.
Jango Pramartha, founder Bog Art Space, menyambut baik pameran ini sebagai pembuka program kolaborasi internasional. Menurut kartunis dan pelukis yang juga alumni University of Western Australia di Perth itu, kehadiran Lucas bukanlah kebetulan.
Jango mengungkapkan, program pameran dengan seniman Perth Australia ini sudah dirancang sejak pameran "Drawing Cosmic Mantra" tiga tahun silam. Pameran itu melibatkan dirinya bersama seniman Made Wianta dan Paul Trinidad, serta dikuratori Yudha Bantono.
"Saya berharap Bog Art Space dapat menjadi laboratorium kebudayaan kecil di Bali yang dapat memberikan ruang eksperimen kreatif bagi para seniman-seniman Bali, Indonesia maupun internasional," ujar Jango.
Pameran "Unspoken Dialogue" berlangsung selama satu bulan hingga 24 Juni 2026. Acara ini didukung oleh Jimbaran Hijau, Danes Art Veranda, Niti Mandala, dan Bali Art Focus.
Sebagai rangkaian acara, diskusi fotografi seputar pameran akan digelar pada 1 Juni 2026 di tempat yang sama, Bog Art Space Denpasar.