GIANYAR — Target ambisius Bali United untuk mengamankan tiket ke babak championship series atau setidaknya finis di lima besar Liga 1 musim ini resmi meleset. Pengakuan itu datang langsung dari pelatih kepala Johnny Jansen, yang menilai skuad asuhannya belum mampu tampil konsisten sepanjang kompetisi.
Johnny Jansen tidak mau membuang waktu. Ia menyebut bahwa kegagalan ini menjadi momentum untuk melakukan perombakan besar-besaran. Permintaan pertama yang ia sampaikan ke manajemen adalah mencari pemain baru dengan kualitas di atas rata-rata.
"Kami harus realistis. Target tidak tercapai, artinya ada yang harus berubah. Saya sudah bicara dengan manajemen untuk segera bergerak di bursa transfer," ujar Jansen dalam sesi evaluasi internal tim.
Faktor krusial yang mempercepat keputusan ini adalah status kontrak tujuh pemain pilar yang akan habis dalam waktu dekat. Manajemen Bali United kini dihadapkan pada pilihan sulit: memperpanjang atau melepas mereka.
Nama-nama besar seperti kapten tim dan beberapa pemain senior masuk dalam daftar evaluasi. Johnny Jansen mengaku telah menyusun kriteria ketat untuk pemain yang layak dipertahankan. "Kami tidak bisa mempertahankan semua orang. Saya butuh pemain yang punya determinasi tinggi dan cocok dengan filosofi permainan saya ke depan," tegasnya.
Alih-alih berkutat pada kegagalan, Jansen memilih fokus pada perencanaan skuad musim depan. Ia menginginkan rekrutan anyar yang tidak hanya sekadar pelapis, melainkan pemain yang langsung bisa menjadi starter dan pembeda di lapangan.
Pria asal Belanda itu juga menekankan pentingnya perekrutan pemain lokal Bali untuk menjaga identitas tim. "Kami adalah Serdadu Tridatu. Identitas lokal harus tetap kuat, tapi kualitas tidak bisa ditawar," tambahnya.
Manajemen Bali United dikabarkan sudah mulai berkomunikasi dengan sejumlah agen pemain. Keputusan final terkait pemain yang dilepas dan pemain baru yang didatangkan diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa pekan ke depan setelah seluruh kontrak habis.