Gubernur Bali Lantik Achris Sarwani sebagai Kepala BI Bali, Tugas Baru: Jaga Stabilitas dan Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Penulis: Gilang Permana  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:36:09 WIB
Gubernur Bali melantik Achris Sarwani sebagai Kepala BI Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, 22 Mei 2026.

DENPASAR — Achris Sarwani resmi memegang kendali sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali. Prosesi pengukuhan berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kompleks Kantor Gubernur Bali pada Jumat, 22 Mei 2026.

Pelantikan ini menjadi titik awal bagi Achris untuk menjalankan mandat menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Bali. Dua tugas itu dinilai krusial mengingat perekonomian Bali sangat bergantung pada sektor pariwisata yang masih dalam fase pemulihan.

Dua Fokus Utama: Stabilitas dan Pertumbuhan

Dalam sambutannya, Gubernur Bali menekankan bahwa peran Kantor Perwakilan BI tidak hanya sebagai pengawas moneter, tetapi juga mitra strategis pemerintah daerah. Achris diminta memperkuat koordinasi lintas sektor agar kebijakan moneter selaras dengan program pembangunan daerah.

"Kami berharap kepemimpinan baru ini mampu menjaga inflasi tetap terkendali, terutama menjelang musim liburan yang biasanya mendorong kenaikan harga kebutuhan pokok," ujar Gubernur Bali dalam sambutan yang dikutip dari rilis resmi.

Apa yang Perlu Diketahui dari Tugas Baru Ini?

Pertama, Achris harus memastikan sistem pembayaran di Bali berjalan lancar—termasuk transaksi digital yang kini semakin marak di kalangan pelaku UMKM dan wisatawan. Kedua, ia bertanggung jawab mengawal stabilitas nilai tukar rupiah di daerah yang memiliki transaksi valas tinggi akibat pariwisata internasional.

Ketiga, Kantor Perwakilan BI Bali juga dituntut aktif mendorong pertumbuhan ekonomi melalui program pengembangan UMKM dan inklusi keuangan. Ini menjadi pekerjaan rumah yang tidak ringan mengingat banyak pelaku usaha kecil masih kesulitan mengakses pembiayaan formal.

Langkah Awal yang Ditunggu

Belum ada pernyataan resmi dari Achris Sarwani mengenai program prioritas yang akan dijalankan. Namun, pengamat ekonomi lokal menilai bahwa langkah pertama yang paling dinantikan adalah kebijakan untuk menekan inflasi bahan pangan yang kerap melonjak saat hari raya dan libur panjang.

Dengan latar belakang pengalaman di BI, publik menaruh harapan besar agar Achris mampu membawa angin segar bagi perekonomian Bali yang sempat terpuruk akibat pandemi dan kini perlahan bangkit kembali.

Pelantikan ini sekaligus menjadi penanda bahwa sinergi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Bali akan semakin erat dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: radarbali.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top