8 Barista Muda dari 4 Daerah di Bali Bersaing di Lomba Barista Kopi 2026, Srikandi Karangasem Juara

Penulis: Haris Maulana  •  Kamis, 21 Mei 2026 | 17:15:04 WIB
Delapan barista muda dari empat daerah di Bali bersaing dalam Lomba Barista Kopi Bali 2026 di Denpasar.

DENPASAR — Persaingan delapan barista muda dari Kota Denpasar, Kabupaten Karangasem, Klungkung, dan Buleleng mewarnai gelaran Lomba Barista Kopi Bali 2026. Kompetisi yang berlangsung pada Rabu (20/5) ini menjadi salah satu agenda penyambutan Bulan Bung Karno tahun depan.

Empat Daerah, Dua Kategori Penilaian

Panitia membagi lomba ke dalam dua kategori utama, yakni Hot Coffee Latte dan Signature Coffee. Penilaian mencakup teknik meracik, konsistensi rasa, hingga kreativitas penyajian minuman.

Kota Denpasar dan Kabupaten Buleleng masing-masing mengirimkan delapan peserta. Sementara Kabupaten Klungkung dan Karangasem diwakili enam barista. Total 28 talenta muda beradu kemampuan di meja kompetisi.

Srikandi Karangasem Mendominasi

Hasil seleksi di Kabupaten Karangasem menjadi sorotan. Tiga barista perempuan atau srikandi berhasil merebut podium. Ni Komang Ayu Sekarsari keluar sebagai Juara I, disusul Ni Komang Tria Monika Sari sebagai Juara II, dan Ni Komang Suriani sebagai Juara III.

Sementara itu, dari Kabupaten Buleleng, Juara I diraih Komang Danda Pranata Saputra. Posisi kedua ditempati Ngurah Putu Arman Yuliana, dan ketiga oleh Putu Dika Riski Wardana.

Denpasar dan Klungkung: Persaingan Ketat

Di Kabupaten Klungkung, Pasek Kadek Ari Wijaya menjadi yang terbaik, disusul I Nyoman Agus Raditya Putra dan I Putu Yoga Adi Pratama. Persaingan paling ketat terlihat di Kota Denpasar. Komang Wahyu Saputra meraih Juara I, diikuti Putu Ditta Anastasya Narda Putri sebagai Juara II, dan Rayhan Raditya Ainurrofiq sebagai Juara III.

Regenerasi Barista dan Masa Depan Kopi Bali

Kopi Bali selama ini dikenal sebagai komoditas unggulan dengan karakter khas. Di tengah menjamurnya coffee shop, regenerasi barista menjadi kebutuhan mendesak. Barista tidak hanya bertugas meracik kopi, tetapi juga menjadi garda depan yang menentukan kualitas sajian dan citra kopi Bali di mata konsumen.

Lewat kompetisi ini, daya saing barista lokal diharapkan meningkat. Ajang ini juga menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda sekaligus memperluas promosi kopi Bali ke pasar yang lebih luas.

Dampak ke Hulu-Hilir Industri Kopi

Lebih dari sekadar lomba, kegiatan ini diharapkan berdampak pada sektor pariwisata, pelaku UMKM kopi, hingga petani kopi di Bali. Sinergi dari hulu ke hilir dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan kopi Bali ke depan.

Kompetisi ini membuktikan bahwa talenta barista Bali terus tumbuh. Semangat inovasi dan kecintaan terhadap kopi lokal diharapkan terus menyala untuk menguatkan posisi Bali sebagai salah satu destinasi kopi unggulan di Indonesia.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: balipuspanews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top