Harga Emas Antam Turun Rp5.000 per Gram, Buyback Terkoreksi Lebih Dalam ke Rp2.569.000

Penulis: Ivan Setiawan  •  Senin, 18 Mei 2026 | 09:19:01 WIB
Harga emas Antam turun Rp5.000 per gram dengan buyback terkoreksi ke Rp2.569.000.

BALI — Penurunan harga jual emas Antam dibarengi dengan koreksi yang lebih dalam pada harga buyback. Harga yang diterima pemilik emas saat menjual kembali logam mulia tersebut turun Rp7.000 menjadi Rp2.569.000 per gram. Selisih antara harga jual dan buyback pun melebar menjadi Rp195.000 per gram.

Daftar Harga Emas Antam untuk Semua Pecahan

Harga tersebut berlaku untuk pembelian di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Setiabudi One, Jakarta. Berikut rincian harga emas Antam untuk seluruh pecahan yang tercantum di laman resmi Logam Mulia pada hari ini:

  • 0,5 gram: Rp1.432.000
  • 1 gram: Rp2.764.000
  • 2 gram: Rp5.468.000
  • 3 gram: Rp8.127.000
  • 5 gram: Rp13.445.000
  • 10 gram: Rp26.835.000
  • 25 gram: Rp66.837.000
  • 50 gram: Rp133.595.000
  • 100 gram: Rp267.112.000
  • 250 gram: Rp667.265.000
  • 500 gram: Rp1.333.820.000
  • 1000 gram: Rp2.667.600.000

Aturan Pajak yang Melekat pada Transaksi Emas Batangan

Setiap transaksi pembelian emas Antam saat ini tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Kebijakan ini merujuk pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2022. Namun, pembeli tetap dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48 Tahun 2023.

Tarif PPh 22 yang berlaku adalah 0,25 persen dari nilai transaksi. PT Antam Tbk selaku penjual akan menerbitkan bukti potong PPh 22 sebagai dokumen resmi bagi pembeli. Biaya pajak ini belum termasuk dalam harga yang tercantum dan akan ditambahkan ke total pembayaran.

Ketersediaan Stok di Butik Emas Logam Mulia

Berdasarkan pantauan di laman resmi Logam Mulia, sejumlah varian emas batangan untuk saat ini belum tersedia. Calon pembeli disarankan untuk menghubungi langsung BELM Setiabudi One Jakarta atau butik resmi Antam lainnya untuk memastikan ketersediaan stok sebelum melakukan transaksi.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: economy.okezone.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top