RSUD Giri Asih Badung Beroperasi, Layanan BPJS Target Oktober 2026

Penulis: Haris Maulana  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 11:27:01 WIB
RSUD Giri Asih Badung resmi beroperasi dengan layanan kegawatdaruratan sejak April 2026.

BADUNG — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Giri Asih di Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, mulai membuka layanan kesehatan bagi publik. Operasional ini dimulai setelah terbitnya Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dan izin operasional resmi per 30 April 2026 lalu.

Meski telah beroperasi, untuk saat ini layanan rumah sakit masih terbatas pada penanganan kegawatdaruratan (emergency). Masyarakat yang ingin menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan secara penuh di rumah sakit ini diminta menunggu proses administrasi dan akreditasi tuntas.

Kapan RSUD Giri Asih Bisa Melayani Pasien BPJS?

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menjelaskan bahwa pihak rumah sakit bersama Dinas Kesehatan (Diskes) Badung sedang mengejar target akreditasi. Proses ini menjadi syarat mutlak sebelum menjalin kerja sama resmi dengan BPJS Kesehatan.

"Dalam tiga bulan ke depan akan dilakukan proses akreditasi yang dilanjutkan kerja sama dengan BPJS. Targetnya bulan Oktober baru dapat melayani BPJS secara penuh, termasuk juga di RSUD Suwiti yang ada di Petang," ujar Adi Arnawa saat meninjau kesiapan operasional RSUD Giri Asih, Selasa (5/5).

Selama masa transisi ini, pasien dengan kondisi darurat tetap dapat dilayani menggunakan skema BPJS sesuai prosedur medis yang berlaku. Manajemen rumah sakit kini fokus mengumpulkan data rawat inap, IGD, dan tindakan operasi sebagai basis pengajuan akreditasi tersebut.

Integrasi Program Manfaat Tambahan Nak Badung Sehat

Selain layanan standar, Pemkab Badung telah merancang integrasi layanan melalui program jaminan kesehatan lokal. Program ini disiapkan untuk memberikan proteksi tambahan bagi warga ber-KTP Badung yang berobat di fasilitas milik pemerintah daerah.

“Khusus untuk masyarakat Badung nanti juga ada layanan Manfaat Tambahan Nak Badung Sehat yang sudah dirancang melalui Dinas Kesehatan,” imbuh Bupati.

Pihak pemerintah menekankan agar seluruh jajaran, mulai dari dokter spesialis hingga perawat, memberikan pelayanan prima sejak hari pertama. Mengingat statusnya sebagai rumah sakit baru, standar keramah-tamahan dan kecepatan layanan menjadi poin yang dievaluasi secara ketat.

Target Menjadi Pusat Medical Tourism di Bali

Kehadiran RSUD Giri Asih tidak hanya diproyeksikan untuk melayani warga lokal, tetapi juga membidik pasar pariwisata. Lokasi Badung yang merupakan basis turis mancanegara dinilai potensial untuk pengembangan wisata medis (medical tourism).

“Kami ingin rumah sakit ini benar-benar menjadi rujukan terbaik, tidak hanya untuk Bali, bila perlu skala internasional. Wisatawan tidak akan ragu berlibur ke Badung jika layanan kesehatan kita menjanjikan,” tegas Adi Arnawa.

Direktur RSUD Giri Asih, dr. Ni Luh Ketut Ayu Ratnawati, menyatakan kesiapan jajarannya dari sisi sumber daya manusia (SDM) dan alat kesehatan. Pihaknya kini fokus membuka layanan secara bertahap selama tiga bulan pertama untuk mematangkan alur pelayanan pasien.

"Kami sangat bersemangat dan siap melayani pasien. Hal ini ditunjang kesiapan SDM, alat kesehatan, termasuk dukungan anggaran. Kami harapkan dukungan masyarakat agar rumah sakit tipe C ini dapat melayani secara berkualitas," kata dr. Ayu Ratnawati.

Reporter: Haris Maulana
Back to top