Koster Targetkan 10 Ribu Peserta pada Jatiluwih Fun Run 2026 di Bali

Penulis: Irfan Maulana  •  Minggu, 03 Mei 2026 | 22:01:14 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster memimpin rapat persiapan Jatiluwih Fun Run 2026 di Denpasar.

DENPASAR — Gubernur Bali Wayan Koster memimpin rapat koordinasi persiapan ajang "Jatiluwih Fun Run 2026" di Gedung Kertasabha, Denpasar, Rabu (29/4). Agenda kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) ini dirancang sebagai pemantik peringatan satu abad pariwisata Bali.

Koster mendorong peningkatan skala acara dari target awal 2.000 menjadi 10.000 peserta. Langkah strategis tersebut bertujuan memperkuat posisi Pulau Dewata sebagai destinasi utama sport tourism dunia melalui integrasi olahraga, budaya, dan kelestarian lingkungan di kawasan warisan budaya dunia UNESCO.

Targetkan 10 Ribu Peserta dan Fokus Wisatawan Luar Bali

Dalam arahannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa Jatiluwih Fun Run yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Juni 2026 harus menjadi magnet wisatawan internasional. Ia meminta panitia tidak hanya terpaku pada skala lokal, mengingat potensi besar pelari dari luar daerah dan mancanegara yang melirik Bali.

"Jatiluwih running harus fokus menarik wisatawan atau pelari dari luar Bali. Ini harus didorong. Saya kira pesertanya bisa lebih banyak, 10 ribu masih memungkinkan. Karena ini digagas pelaku pariwisata, maka kolaborasi dengan travel agent harus diperkuat," tegas Koster.

Selain kuantitas peserta, Koster menekankan pentingnya tata kelola acara yang profesional. Kesiapan teknis di lapangan menjadi kunci agar ajang berskala internasional ini memberikan pengalaman terbaik bagi peserta sekaligus menjaga ketertiban di kawasan konservasi Jatiluwih.

Inovasi Medali dari Limbah Uang Kertas dan Konsep Hijau

Dukungan penuh terhadap ajang ini juga datang dari Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali. Kepala Perwakilan BI Bali, Erwin Soeriadimadja, menyatakan kesiapannya untuk berkoordinasi dengan panitia guna memperkuat nilai tambah acara melalui pendekatan ekonomi hijau dan berkelanjutan.

BI mendorong penerapan kebijakan ramah lingkungan yang ketat, termasuk pembatasan plastik sekali pakai di sepanjang jalur lari. Salah satu inovasi yang diusulkan adalah penggunaan medali berbahan daur ulang yang memanfaatkan limbah uang kertas sebagai simbol pengelolaan limbah yang inovatif.

“Perpaduan budaya, olahraga, dan pertanian di Jatiluwih akan menjadi pengalaman yang unik. Aspek lingkungan harus dikedepankan, termasuk pembatasan plastik dan medali dari bahan daur ulang agar Bali benar-benar menonjolkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Erwin.

Jatiluwih Sebagai Titik Awal Menuju Satu Abad Pariwisata Bali

Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, menjelaskan bahwa Jatiluwih Fun Run 2026 mengusung tema "The Journey Begins from Jatiluwih". Event ini diposisikan sebagai titik awal promosi destinasi wisata unggulan di seluruh kabupaten dan kota di Bali melalui konsep olahraga yang kini menjadi gaya hidup global.

Jatiluwih dipilih karena reputasi internasionalnya sebagai situs warisan budaya dunia yang menawarkan lanskap persawahan ikonik. Penyelenggara menyiapkan dua kategori lomba, yakni 5K dan 10K, yang menggabungkan konsep lari santai (fun run) dan kompetisi (race) bagi pelari profesional maupun masyarakat umum.

“Melalui Bali Tourism Run, kami ingin memperkenalkan destinasi unggulan di setiap kabupaten, dimulai dari Jatiluwih. Ini bukan hanya event olahraga, tetapi juga promosi pariwisata berkelas internasional yang berkelanjutan,” kata Winastra.

Pendaftaran peserta rencananya akan mulai dibuka pada Mei 2026. Selain menonjolkan panorama alam, ajang ini juga akan mengoptimalkan pelibatan pelaku UMKM lokal di sekitar lokasi acara. Sinergi antara pemerintah, industri pariwisata, dan lembaga keuangan diharapkan mampu mengukuhkan status Bali sebagai pusat sport tourism dunia menjelang perayaan besar pada 2027.

Reporter: Irfan Maulana
Back to top