Pencarian

Pencuri Ayam di Tabanan Tewas Diamuk Massa, Anak Bungsu Tak Kuasa Menahan Tangis Lihat Jenazah Ayah

Minggu, 26 Juli 2026 • 14:20:31 WIB
Pencuri Ayam di Tabanan Tewas Diamuk Massa, Anak Bungsu Tak Kuasa Menahan Tangis Lihat Jenazah Ayah

TABANAN — Polisi baru menerima laporan sekitar pukul 01.45 Wita dan langsung menuju tempat kejadian. Namun, petugas dari Polres Tabanan yang tiba di lokasi menemukan KD telah meninggal dunia akibat luka pengeroyokan. Sepeda motor milik pelaku juga dibakar massa hingga ludes.

Polisi Tiba di TKP, Pelaku Sudah Meninggal

"Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung bergerak dan tiba di TKP sekitar pukul 02.00 Wita. Namun, saat petugas tiba, kondisi KD sudah tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia," kata Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, Sabtu (25/7/2026).

Tim Inafis Satreskrim Polres Tabanan kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengidentifikasi sidik jari di lokasi. Jasad KD sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Semara Ratih Tabanan sebelum diserahkan ke pihak keluarga pada Jumat sore.

Warga Emosi Karena Marak Kasus Kehilangan Ayam

Kemarahan warga dipicu oleh seringnya kasus pencurian ayam di wilayah tersebut. KD yang tertangkap tangan saat hendak mencuri ayam milik I Wayan Adi Suteja langsung menjadi sasaran amuk massa saat berupaya melarikan diri. Warga yang tersulut emosi tak hanya menganiaya pelaku, tetapi juga membakar sepeda motornya hingga hangus.

"Warga emosi karena maraknya kasus kehilangan ayam di wilayah tersebut, kemudian melakukan pengeroyokan terhadap terduga pelaku hingga meninggal dunia di lokasi kejadian," ujar Wiwik.

Jenazah Disambut Tangis Anak Bungsu

Kedatangan jenazah KD di rumah duka yang berlokasi di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, diwarnai duka mendalam. Anak bungsu KD histeris dan terus menangis saat jenazah ayahnya tiba. Ia memanggil-manggil sang ayah yang sudah membujur kaku.

"Kemarin saya yang menjemput jenazahnya. Saat tiba di rumah, melihat anaknya menangis tersedu-sedu, saya benar-benar sedih," ungkap Perbekel (Kepala Desa) Sidatapa, I Made Sutama, saat dihubungi detikBali, Sabtu (25/7/2026).

Pelaku Tinggalkan Istri dan Tiga Anak

KD meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. Dua di antaranya masih mengenyam pendidikan di bangku sekolah, yakni kelas 1 SMA dan kelas 1 SD. Pihak keluarga tak mampu menahan kesedihan, dan Perbekel Sutama mengaku turut merasakan duka mendalam yang dialami keluarga almarhum.

Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks