38.783 Pemilih Pemula di Tabanan Nyoblos Serentak di 313 TPS, Bupati Sanjaya Apresiasi Pemilos 2026

Penulis: Haris Maulana  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:17:01 WIB
Pelajar di Tabanan menyalurkan suara pada Pemilos Serentak 2026 di 313 TPS sekolah.

TABANAN — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tabanan bersama Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar Pemilos Serentak di seluruh sekolah menengah pada Rabu (21/10/2026). Dari total 38.783 pemilih, sebanyak 17.414 berasal dari tingkat SMP/MTs dan 21.369 dari tingkat SMA/SMK/MA.

Kontestasi diikuti 175 pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Pemungutan suara tersebar di 313 TPS yang berada di lingkungan sekolah masing-masing.

Bupati: Setiap Suara Punya Arti dan Tanggung Jawab

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan apresiasi kepada KPU Tabanan dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Pemilos. Menurutnya, pendidikan demokrasi perlu ditanamkan sejak dini, bukan sekadar teori di kelas.

"Saya mengapresiasi pelaksanaan Nyoblos Serentak Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS di Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi anak-anak kita untuk memahami demokrasi melalui pengalaman langsung. Mereka belajar menggunakan hak pilih, menentukan pilihan secara bertanggung jawab, menghargai perbedaan, dan menerima hasil pemilihan dengan sikap dewasa," ujar Sanjaya.

Sanjaya berharap kegiatan serupa berlanjut sebagai bagian dari pendidikan karakter di sekolah. Para pelajar diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kritis, berintegritas, dan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

"Harapan kami, anak-anak di Tabanan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki kesadaran demokrasi yang baik. Mereka perlu memahami bahwa setiap suara memiliki arti dan setiap pilihan harus disertai tanggung jawab," tambahnya.

Belajar dari Bilik Suara: Tahapan Demokrasi Dipraktikkan Langsung

Melalui pemilihan langsung, pelajar mempraktikkan seluruh tahapan demokrasi. Mulai dari mengenali calon, menimbang gagasan dan program, memilih secara mandiri, hingga memahami proses pemungutan dan penghitungan suara yang tertib dan transparan.

Pengalaman itu dirasakan Made Kevan Lakeswara Biantara, calon Ketua OSIS SMP Negeri 1 Tabanan. Ia mengaku bangga bisa terlibat langsung dalam proses pemilihan yang memberinya gambaran mekanisme demokrasi sebagaimana pemilihan presiden, gubernur, maupun bupati.

"Saya cukup bangga karena bisa ikut serta sebagai peserta atau calon Ketua OSIS yang dipilih secara langsung, layaknya pemilihan Presiden, Gubernur, atau Bupati. Ini menjadi pengalaman berharga bagi saya karena bisa merasakan secara langsung bagaimana proses demokrasi berlangsung," ungkap Kevan.

Kevan menyatakan siap menerima apa pun hasil pemilihan. Baginya, pengalaman ini menjadi bekal untuk berpartisipasi dalam pemilu ketika telah memenuhi syarat sebagai pemilih.

"Apapun hasilnya akan saya terima. Ini merupakan bentuk demokrasi kita, ketika setiap orang memiliki hak untuk memilih dan menentukan pilihannya," lanjutnya.

Kolaborasi KPU, Kesbangpol, dan Bawaslu Tabanan

Pemilos Serentak 2026 merupakan kolaborasi KPU Kabupaten Tabanan dengan Pemkab Tabanan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Pendidikan, dan Dinas Komunikasi dan Informatika. Bawaslu Kabupaten Tabanan dan KNPI Kabupaten Tabanan turut mendukung pelaksanaan.

Bagi Pemkab Tabanan, pembelajaran demokrasi di sekolah merupakan bagian penting pembentukan karakter generasi muda. Demokrasi dinilai tidak cukup dikenalkan lewat materi pelajaran, tetapi perlu dipraktikkan melalui kegiatan yang memberi ruang bagi siswa mengambil keputusan dan menerima hasil secara dewasa.

Pemkab berharap semangat "Belajar Demokrasi dari Sekolah" tumbuh menjadi budaya positif di kalangan generasi muda Tabanan.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: balinews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top