BALI — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatat portofolio kredit UMKM mencapai Rp1.235,4 triliun hingga akhir triwulan II 2026, tumbuh 8,6% secara tahunan. Nilai itu setara 75,1% dari total portofolio kredit perseroan, menegaskan posisi UMKM sebagai segmen utama pembiayaan BRI. Penyaluran KUR juga menembus Rp167,01 triliun kepada 2,7 juta debitur per akhir September 2026.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyatakan perseroan menyelaraskan strategi bisnis dengan prioritas pembangunan nasional, terutama memperkuat fondasi ekonomi masyarakat. Pemerintah menempatkan penguatan ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan pembangunan sebagai agenda utama.
"Kami terus memastikan bahwa berbagai program pemerintah dapat diterjemahkan menjadi akses pembiayaan, pemberdayaan, dan layanan keuangan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM," ujar Hery.
Pembiayaan ke segmen UMKM menjadi penopang utama bisnis BRI. Hingga akhir triwulan II 2026, portofolio kredit UMKM perseroan mencapai Rp1.235,4 triliun, naik 8,6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Angka itu mencakup sekitar 75,1% dari seluruh kredit yang disalurkan BRI. Bagi pelaku usaha, pembiayaan tersebut membuka kesempatan mengembangkan bisnis dan meningkatkan produktivitas di tengah dinamika ekonomi.
BRI menyalurkan Rp239,46 triliun ke sektor pertanian hingga akhir triwulan II 2026. Langkah itu mendukung Asta Cita kedua, khususnya target swasembada pangan nasional.
Akses permodalan yang lebih luas diharapkan mendorong petani mengoptimalkan hasil produksi. Pembiayaan ini juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.
Realisasi penyaluran KUR BRI mencapai Rp167,01 triliun kepada 2,7 juta debitur per akhir September 2026. Nilai itu setara 87,9% dari total alokasi KUR BRI 2026 sebesar Rp190 triliun.
Sebanyak Rp114,76 triliun atau 68,71% diarahkan ke sektor produksi. Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menerima porsi terbesar, yakni 42,82%.
Melalui Holding Ultra Mikro bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian, BRI memperluas akses layanan keuangan formal bagi usaha ultra mikro. Ekosistem ini juga menyediakan pendampingan usaha sesuai kebutuhan nasabah.
Hingga triwulan II 2026, holding tersebut melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Sekitar 2,3 juta debitur tercatat naik kelas.
Program pemberdayaan BRI mencakup pengembangan usaha, penguatan kelembagaan, digitalisasi, hingga perluasan akses pasar. Hingga September 2026, Desa BRILiaN menjangkau lebih dari 6.351 desa di seluruh Indonesia.
Bagi investor, capaian ini menunjukkan BRI menjaga pangsa pasar pembiayaan mikro dan kecil yang menjadi tulang punggung margin bunga bersih perseroan. Bagi pelaku usaha, perluasan akses KUR dan pendampingan holding ultra mikro membuka jalan naik kelas ke segmen pembiayaan yang lebih besar.