BULELENG — Ketua Umum GABSI Kabupaten Buleleng, I Made Nuridja, menyatakan Pra-PORPROV menjadi tahapan penting untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus menemukan bibit pemain potensial. Pertandingan digelar dua hari dengan mempertandingkan kategori pasangan putra, pasangan putri, dan pasangan campuran.
Format round robin dipakai agar setiap pasangan mendapat kesempatan bertanding melawan peserta lain. Peserta datang dari berbagai klub dan wilayah di Buleleng, mulai Gerokgak sampai Tejakula.
Pra-PORPROV kali ini juga menjadi gambaran regenerasi atlet bridge Buleleng. Pada hari pertama, I Made Nuridja, Putu Budiastana, Kadek Adnyana Wiyasa, dan Gede Raditya Manohara bertanding dalam satu meja.
Pertemuan lintas generasi berulang di hari kedua dengan melibatkan Putu Budiastana, Gede Raditya Manohara, Ni Kadek Oppi Swandari, dan Putu Marselina Handayani. Komposisi itu memperlihatkan pemain senior dan junior masih berada dalam satu jalur pembinaan.
Nuridja menegaskan atlet yang masuk empat besar pada masing-masing kategori bersama atlet elite akan masuk tim bayangan. Kelompok itu menjalani pembinaan dan seleksi lanjutan sebelum tim final ditetapkan.
Penilaian tidak hanya melihat hasil pertandingan. “Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan konsistensi permainan, kemampuan teknis, kerja sama antarpasangan, serta kesiapan mental bertanding,” tegasnya.
Ia berharap proses pembinaan dan seleksi menghasilkan atlet terbaik yang siap bersaing di PORPROV Bali 2027. “Pertandingan Pra-PORPROV ini wajib dilaksanakan sebagai sarana untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus mencari bibit-bibit pemain potensial yang akan dipersiapkan menghadapi PORPROV 2027,” ujarnya.
Status tuan rumah membuat persiapan Buleleng tak bisa ditunda. Kesiapan mental bertanding masuk daftar penilaian karena tekanan tampil di depan pendukung sendiri berbeda dari ajang antarklub.
GABSI Buleleng belum membeberkan jumlah pasti atlet yang akan dibawa ke PORPROV 2027. Seleksi lanjutan bagi tim bayangan menjadi tahap berikutnya sebelum komposisi tim final dikunci.