BULELENG — Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menugaskan seluruh puskesmas yang berada di kawasan SPBU untuk bersiaga penuh. Instruksi disampaikan menyusul maraknya pemberitaan di luar Buleleng soal antrean BBM yang berdampak pada kesehatan warga.
"Bahkan ada warga yang pingsan karena mengalami kelelahan karena mengantri untuk membeli BBM. Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, saya menginstruksikan kepada seluruh puskesmas yang diwilayahnya ada SPBU untuk siaga, mengantisipasi seandainya ada warga yang memerlukan pelayanan kesehatan," tegas Sutjidra.
Tenaga kesehatan dan ambulans disiapkan di puskesmas yang berlokasi dekat dengan SPBU. Jika ada warga yang kelelahan atau mengalami gangguan kesehatan lain saat mengantre, penanganan bisa dilakukan cepat.
Bupati menilai antrean panjang berpotensi memicu dehidrasi, kelelahan, hingga warga jatuh pingsan. Karena itu, kesiapan fasilitas kesehatan di lapangan menjadi prioritas sebelum kondisi memburuk.
Selain petugas kesehatan, Pemkab Buleleng mengerahkan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagprin-UKM), Satpol-PP, serta Dinas Perhubungan. Mereka bertugas menjaga ketertiban antrean dan mengawasi distribusi BBM di SPBU.
"Tidak hanya menugaskan Diskopdagprin UKM untuk melakukan pengawasan distribusi BBM, kita juga menyiapkan tenaga kesehatan dan ambulans untuk mengantisipasi dampak dari antrean panjang warga di SPBU," tandas Bupati Sutjidra saat membuka konsolidasi dan OKK PWI Buleleng di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Kamis (15/10/2026).
Bupati menegaskan stok BBM di Buleleng sebenarnya tersedia. Yang dibutuhkan adalah waktu untuk normalisasi pendistribusian agar antrean tidak menumpuk di satu titik.
Masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan harian dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Panic buying justru memperpanjang antrean dan memperlambat pemulihan pasokan.
Langkah pengawasan distribusi oleh Diskopdagprin-UKM diarahkan agar tidak ada penimbunan atau penyaluran yang menyimpang dari peruntukan. Dengan begitu, pasokan di tiap SPBU bisa terdistribusi lebih merata.
Pemkab Buleleng belum menyebut berapa lama masa siaga nakes dan ambulans di puskesmas tersebut. Namun, kesiapan itu berlaku selama antrean BBM masih terjadi di wilayah kabupaten paling barat Pulau Bali tersebut.