DENPASAR — PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara mengerahkan kapal tanker untuk mengangkut dua jenis bahan bakar dalam volume besar tersebut. Pertalite mendominasi dengan 44,9 juta liter, sementara pertamax mencapai 13 juta liter.
Area Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa pihaknya mengoptimalkan seluruh lini operasional untuk memastikan penyaluran berjalan lancar. Ia menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga ketersediaan BBM di lapangan.
Kapal tanker yang mengangkut pasokan bersandar di dermaga Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem dan dermaga Terminal BBM Sanggaran di Denpasar. Pemilihan dua lokasi ini untuk mempercepat distribusi ke SPBU di berbagai daerah di Bali.
Penguatan pasokan diharapkan mampu menopang ketersediaan BBM sekaligus memperlancar distribusi ke stasiun pengisian di seluruh wilayah provinsi.
Selain memastikan pasokan, Pertamina meningkatkan kesiapan SPBU dengan mengerahkan dukungan personel dan armada agar pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal. Di Kota Denpasar, dari sebelumnya 24 SPBU yang beroperasi 24 jam, kini disiapkan penambahan 60 SPBU dengan jam operasional yang sama.
Perluasan jam operasional diambil untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat. Total SPBU yang melayani 24 jam di Denpasar akan bertambah signifikan setelah penambahan tersebut.
Sebelum pasokan 57,9 juta liter ini, Pertamina telah mengerahkan kapal tanker secara bertahap untuk menyalurkan BBM pada Rabu (7/10) dan Minggu (11/10). Pengiriman tahap awal itu membawa 18.000 kiloliter pertalite dan 2.500 kiloliter pertamax yang sandar di Terminal Manggis.
Penyaluran bertahap merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga stabilitas stok BBM di Bali. Ahad menambahkan bahwa pihaknya juga meningkatkan kesiapan SPBU untuk pelayanan optimal.
Dengan tambahan pasokan 57,9 juta liter serta perluasan jam operasional SPBU, Pertamina berharap distribusi BBM kepada masyarakat dapat berjalan tanpa hambatan. Upaya ini juga menjadi bentuk kesiapan perusahaan dalam menghadapi peningkatan permintaan bahan bakar di wilayah Bali.