Dekranasda Buleleng Perkuat Pelestarian Wastra Lewat Pembinaan Perajin dan UMKM di Singaraja

Penulis: Haris Maulana  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 06:48:02 WIB
Ketua Dekranasda Buleleng Wardhany Sutjidra menghadiri Fashion Road Show Dekranasda Provinsi Bali bertema "Wastra Hitakara" di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Kamis (8/10) malam.

SINGARAJA — Ketua Dekranasda Buleleng Wardhany Sutjidra menyampaikan komitmen pembinaan tersebut saat menghadiri Fashion Road Show Dekranasda Provinsi Bali bertema "Wastra Hitakara" di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Kamis (8/10) malam. Kegiatan itu mempertemukan perajin, desainer, model, dan pelaku UMKM Buleleng dalam satu panggung promosi.

Menurut Wardhany, wastra bukan sekadar produk sandang. Wastra disebutnya sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya yang harus dijaga sekaligus dikembangkan.

Pembinaan Tak Cukup Menyasar Kemampuan Produksi

Ia menilai pembinaan perajin dan UMKM di Buleleng perlu berjalan berkelanjutan. Fokusnya tidak hanya kemampuan produksi, tetapi juga kreativitas, desain, pemasaran, dan kemampuan mengikuti perkembangan industri fashion.

Setiap daerah, kata Wardhany, punya kekuatan dan potensi yang bisa dikembangkan menjadi keunggulan produk lokal. Perajin didorong mengoptimalkan potensi yang sudah dimiliki sebelum memperluas pasar.

"Karena itu, kita harus mampu memahami apa yang kita miliki, kemudian mengembangkan dan mempromosikannya sehingga tidak hanya menjadi warisan yang kita jaga, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat," ujarnya.

"Kita tidak perlu berpikir terlalu jauh. Kita lihat apa yang sudah kita miliki, mana yang perlu dikembangkan dan mana yang perlu ditingkatkan, karena masing-masing daerah mempunyai kekuatan dan potensinya sendiri. Buleleng juga harus mampu mengembangkan apa yang menjadi kekuatan kita," tegasnya.

Sejumlah Perajin Dinilai Sudah Mampu, Sebagian Masih Butuh Pendampingan

Wardhany menyoroti perlunya memperluas wawasan perajin agar kualitas produk meningkat dan pasar yang dijangkau lebih luas. Sejumlah perajin dinilainya sudah memiliki kemampuan baik, tetapi masih membutuhkan pendampingan untuk naik kelas.

"Jangan hanya berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi bagaimana kegiatan-kegiatan berikutnya juga bisa menjadi ruang untuk mempromosikan karya kita. Kita memiliki cukup banyak perajin dan UMKM yang potensial. Memang ada yang sudah mampu, tetapi masih ada yang perlu kita buka wawasannya, sehingga kualitasnya bisa ditingkatkan dan mereka bisa naik kelas," jelasnya.

Ia berharap fashion road show tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ajang itu diharapkan menjadi pemantik bagi perajin, desainer, model, dan pelaku UMKM Buleleng untuk terus berkarya.

Dekranasda Provinsi Andalkan Pembinaan dari Tingkat Kabupaten

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Putri Koster menekankan pentingnya pembinaan perajin, desainer, dan model dari tingkat kabupaten/kota. Pembinaan di daerah dinilai memudahkan Dekranasda Provinsi Bali menjaring potensi lokal untuk mendapatkan kesempatan pengembangan yang lebih luas.

Pembinaan di tingkat daerah diharapkan memperkuat kualitas produk, kreativitas, branding, dan pemasaran. Kolaborasi antara Dekranasda kabupaten/kota dan provinsi disebut menjadi bagian penting dalam membuka peluang pengembangan bagi pelaku UMKM.

"Melalui Fashion Road Show Wastra Hitakara, potensi wastra Buleleng diharapkan semakin berkembang, tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif daerah yang memberikan nilai tambah bagi perajin dan masyarakat," jelasnya.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: balipost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top