DENPASAR — Gelaran Bali Green Expo 2026 memberi pengalaman berbeda bagi pengunjung Car Free Day (CFD) Renon. Selain berolahraga, warga bisa duduk di sadel dan mencoba langsung kendaraan listrik yang dipamerkan di area Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).
Program PLN DASHVOLT 2.0 yang dibawa PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali menjadi pintu masuknya. Dua model yang tersedia untuk sesi test ride adalah ALVA N3 dan Cervo X.
Bali Green Expo 2026 diprakarsai Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bali. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian Tumpek Wayang.
Area kendaraan listrik diisi 16 perusahaan yang memperkenalkan produk dan teknologi mereka kepada pengunjung. Sementara area energi bersih dihuni BTI, APSA Bali, Koalisi Bali Emisi Nol Bersih yang terdiri atas IESR, WRI, Azzura, NEXXUS, CAST Foundation, dan FAB Lab Bali, serta PLN Icon Plus dan PLN Bali.
Antusiasme terlihat dari ramainya pengunjung CFD yang mendatangi area pameran. Mereka berdiskusi dengan peserta, bertanya soal spesifikasi, lalu mencoba langsung kendaraan yang tersedia.
General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim menilai pengenalan kendaraan listrik kepada masyarakat perlu dilakukan melalui interaksi dan pengalaman langsung. Menurutnya, transisi menuju kendaraan listrik tidak hanya membutuhkan kesiapan infrastruktur, tetapi juga pemahaman masyarakat mengenai teknologi dan manfaatnya.
"Transisi menuju kendaraan listrik tidak hanya membutuhkan kesiapan infrastruktur, tetapi juga pemahaman dan pengalaman masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat melihat, mengenal, sekaligus mencoba langsung kendaraan listrik sehingga memiliki gambaran yang lebih nyata mengenai manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari," ujar Ajrun.
Ia menambahkan pengembangan ekosistem kendaraan listrik membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah, pelaku industri, penyedia infrastruktur, komunitas, hingga masyarakat sebagai pengguna.
"Bali memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari gaya hidup transportasi yang lebih ramah lingkungan. Karena itu, kolaborasi lintas sektor seperti ini penting untuk memperluas edukasi dan mendorong masyarakat mengenal pilihan transportasi berbasis energi yang lebih bersih," katanya.
Perwakilan Indomobil, Wayan, mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, PLN, agen tunggal pemegang merek (ATPM), dan komunitas. Menurutnya, kegiatan semacam ini membuka akses masyarakat untuk melihat langsung produk kendaraan listrik dan merasakan pengalaman mencobanya.
"Kami senang sekali bisa ikut dalam kegiatan kolaborasi seperti ini. Masyarakat bisa melihat langsung kendaraan listrik dan mendapatkan pengalaman mencoba produk. Kalau kegiatan seperti ini bisa terus digalakkan secara intens, tentu akan semakin baik untuk memperkenalkan kendaraan listrik kepada masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Bali," ujar Wayan.
Bali Green Expo 2026 berfungsi ganda: ruang edukasi energi bersih sekaligus ajang kolaborasi lintas sektor. Lewat kegiatan ini, PLN mendorong pengenalan kendaraan listrik sekaligus memperkuat kerja sama berbagai pihak dalam membangun ekosistem mobilitas berbasis energi bersih di Bali.