Nuanu Lipatgandakan Dukungan Rp117 Juta untuk Fight For A Cure, 40 Petarung Bali Galang Dana Riset Kanker

Penulis: Ivan Setiawan  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 11:47:31 WIB
Petarung beradu di atas ring dalam Fight For A Cure edisi keempat di Block 42, Nuanu Creative City, Tabanan, Bali, Sabtu (3/10).

TABANAN — Peningkatan kontribusi Nuanu Social Fund (NSF) menjadi hampir Rp117 juta atau sekitar US$6.500 menandai dukungan terbesar sejak Fight For A Cure pertama kali digelar. Angka itu lebih dari dua kali lipat kontribusi Rp45 juta atau sekitar US$2.500 pada 2025. Penyaluran dana diarahkan ke riset kanker yang dikelola Germ Cell bersama sejumlah lembaga penelitian.

Acara edisi keempat ini berlangsung di Block 42, Nuanu Creative City, Tabanan, Bali, Sabtu (3/10). Lebih dari 30 gym dari seluruh Bali mengirimkan sekitar 40 petarung, disaksikan lebih dari 1.500 pendukung. Adrenalin pertandingan diubah menjadi dukungan nyata bagi perjuangan melawan kanker.

Rp1,5 Miliar Disalurkan Germ Cell untuk Riset Kanker

Hingga kini, Germ Cell telah menyalurkan sekitar Rp1,5 miliar atau US$83.000 untuk riset kanker. Dana tersebut mendukung sejumlah penelitian di Chris O'Brien Lifehouse, salah satu lembaga riset dan perawatan kanker terkemuka.

Riset yang didukung menyasar sejumlah tantangan penting dalam penanganan kanker. Mulai dari deteksi dini dan pemantauan kekambuhan hingga pengembangan terapi yang lebih efektif untuk kanker agresif.

Dr. Kim Alexander meneliti potensi penggunaan tes darah sederhana untuk membantu mendeteksi kembalinya glioblastoma sekaligus memantau respons pasien terhadap pengobatan. Profesor Jeremy Crook mengkaji metode agar obat kanker dapat menjangkau sel tumor secara lebih efektif. Dukungan terhadap Chris O'Brien Lifehouse juga turut membantu pengembangan riset serta layanan perawatan kanker yang lebih luas.

Berawal dari Pengalaman Pribadi Penyintas Kanker

Germ Cell didirikan oleh Kai Suteja, seorang penyintas kanker yang telah dua kali berhasil melewati penyakit tersebut. Pengalaman personal itu kemudian mendorongnya mengubah perjuangan pribadi menjadi gerakan bersama.

Berawal dari komunitas kebugaran di Bali, Germ Cell kini berkembang menjadi gerakan penggalangan dana tahunan. Petarung, gym, pelaku usaha, dan masyarakat dipertemukan untuk mendukung riset kanker.

Semangat tersebut terlihat dari kisah para petarung yang naik ring. Anatoli dari Lions MMA bertarung dengan membawa kenangan terhadap bibinya yang meninggal akibat kanker darah ketika dirinya masih kecil. Pengalaman itu bahkan menjadi salah satu alasan yang mengantarkannya ke dunia tinju.

Jake dari The Block mendedikasikan pertandingannya untuk kedua orang tuanya yang sama-sama pernah berjuang melawan kanker dan berhasil melewatinya. Kisah-kisah personal tersebut memperlihatkan bahwa Fight For A Cure bukan hanya tentang menang atau kalah.

Kata Pendiri Germ Cell soal Makna Kemenangan di Atas Ring

Founder Germ Cell, Kai Suteja, mengatakan banyak orang yang terlibat dalam Fight For A Cure memiliki hubungan personal dengan kanker.

"Bagi banyak orang yang terlibat dalam Fight For A Cure, kanker adalah sesuatu yang sangat personal. Banyak dari mereka yang pernah kehilangan orang terdekat, atau melihat orang yang mereka sayangi berjuang melawan kanker. Fight For A Cure menjadi salah satu cara untuk mengubah pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang berarti," ujar Kai.

Menurutnya, para petarung yang naik ring bukan hanya bertanding untuk dirinya sendiri, tetapi juga membawa nama dan perjuangan orang-orang yang tidak dapat bertarung melawan penyakit tersebut.

"Banyak petarung yang naik ring untuk mewakili mereka yang tidak bisa melakukannya sendiri. Menang atau kalah, kemenangan yang sebenarnya adalah dana yang berhasil kami kumpulkan untuk mendukung riset kanker. Dengan sains yang lebih baik, kita bisa mendapatkan hasil yang lebih baik, dan saya rasa itu adalah sesuatu yang bisa didukung oleh semua orang," lanjutnya.

Alasan Nuanu Naikkan Kontribusi Dua Kali Lipat

Head of Nuanu Social Fund, Ida Ayu Astari Prada, mengatakan peningkatan kontribusi NSF diberikan karena Fight For A Cure dinilai mampu menunjukkan konsistensi dalam menggerakkan komunitas sekaligus menghasilkan dampak sosial yang nyata.

"Kami meningkatkan dukungan karena Fight For A Cure telah membuktikan kemampuannya dalam menggerakkan komunitas dan mengubah partisipasi tersebut menjadi dukungan yang nyata," kata Ida Ayu Astari Prada.

Ia menilai inisiatif tersebut berhasil membangun partisipasi konsisten dari komunitas kebugaran Bali dan menghubungkannya dengan dukungan konkret terhadap riset kanker. Peningkatan kontribusi menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan NSF dalam mendukung berbagai inisiatif berbasis komunitas yang memiliki dampak sosial terukur.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: dewatanews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top