Anggota DPR Gde Sumarjaya Linggih Dorong Tenaga Kerja Bali Garap Pasar Luar Negeri, Sebut Kejujuran dan Etos Kerja Jadi Modal

Penulis: Haris Maulana  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:47:01 WIB
Anggota DPR RI Gde Sumarjaya Linggih menghadiri penandatanganan kerja sama dengan KP2MI dan peresmian Warmadewa Migrant Center di Denpasar.

DENPASAR — Kerja sama itu diteken bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) sekaligus meresmikan pusat layanan Warmadewa Migrant Center di Kampus Universitas Warmadewa, Denpasar. Gde Sumarjaya Linggih, yang akrab disapa Demer, hadir langsung dalam agenda tersebut.

Anggota DPR RI dari Partai Golkar itu menilai pertumbuhan penduduk dan lonjakan angka pencari kerja di Bali butuh terobosan penyerapan tenaga kerja. Bekerja di luar negeri disebutnya sebagai alternatif strategis yang rasional bagi generasi muda.

UMR Lokal Dinilai Tak Cukup untuk Beli Rumah

Demer menyoroti sulitnya anak muda Bali membangun aset jika hanya bergantung pada Upah Minimum Regional setempat. Menurutnya, menabung dan memiliki properti di tanah kelahiran menjadi tantangan berat dengan standar upah yang berlaku sekarang.

"Masa muda mereka harus dimanfaatkan untuk mampu sejahtera dan menabung. Kalau hanya mengandalkan UMR di sini, untuk punya rumah saja perlu puluhan tahun," ujarnya.

Ia mencontohkan seorang teman asal Buleleng yang merintis usaha dari nol di Amerika Serikat. Kini, sebelum usia 40 tahun, temannya itu memiliki 21 restoran Jepang dan rutin pulang ke Bali setiap enam bulan untuk membeli tanah.

Kekhawatiran Lunturnya Adat Bali Ditepis

Sebagian pihak khawatir bekerja di luar negeri membuat perantau meninggalkan adat dan budaya Bali. Demer menepis anggapan itu dengan alasan kebutuhan dasar yang terpenuhi justru jadi syarat menjalankan kehidupan sosial dan adat secara layak.

Ia menilai kondisi ekonomi yang mapan membuat seseorang bisa berkontribusi lebih baik pada komunitas dan tradisi di kampung halaman.

Status KP2MI Naik, Perlindungan Pekerja Migran Diperkuat

Demer mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menaikkan status instrumen pengelola pekerja migran menjadi KP2MI. Lembaga itu kini diperkuat dua wakil menteri.

Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen serius pemerintah pusat memproteksi dan meningkatkan kapasitas tenaga kerja Indonesia. Prosesnya berjalan sejak tahap pelatihan hingga penempatan di negara tujuan.

Tiga Modal Tenaga Kerja Bali di Pasar Global

Pria asal Buleleng itu membeberkan kualifikasi sumber daya manusia Bali yang diminati pasar kerja internasional, terutama di negara maju. Ada tiga modal utama yang ia sebut:

  • Kemampuan bahasa dan adaptasi — keterampilan berbahasa asing tenaga kerja Bali berada di atas rata-rata nasional.
  • Kejujuran tingkat tinggi — rekam jejak finansial di perbankan dan LPDB menunjukkan tingkat kredit macet (NPL) orang Bali salah satu yang terkecil di Indonesia.
  • Keramahtamahan dan etos kerja — karakter ramah serta sopan santun khas Bali jadi nilai tambah di sektor jasa dan industri global.

LPK dan Kampus Diminta Sambut Program Pemerintah

Demer mendorong Lembaga Pelatihan Kerja dan perguruan tinggi seperti Universitas Warmadewa menyambut baik program pemerintah. Menurutnya, fasilitasi kementerian membuat calon pekerja migran terlatih, legalitasnya terjamin, dan perlindungan hukumnya jelas jika ada masalah di luar negeri.

"Dengan difasilitasi kementerian, calon pekerja migran kita dilatih dengan baik, legalitasnya terjamin, dan perlindungan hukumnya jelas jika ada masalah di luar negeri," pungkasnya.

Reporter: Haris Maulana
Sumber: letternews.net This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top