BANGLI — Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan langsung penegasan itu di hadapan para pemedek dan tokoh masyarakat setempat. Pura Bukit Mentik, menurutnya, memegang peranan vital sebagai salah satu simbol penting peradaban Bali. Nilai spiritual, historis, dan kultural yang melekat pada pura di kawasan dataran tinggi itu membuat kelestariannya wajib dijaga seluruh elemen masyarakat bersama pemerintah.
Koster menyoroti kawasan Kintamani yang dianugerahi keindahan alam dan sumber daya ekologis besar, terutama keberadaan Gunung dan Danau Batur. Kekayaan alam dan spiritual itu, katanya, merupakan anugerah yang harus dirawat berkelanjutan agar tetap lestari dan memberi manfaat jangka panjang bagi kehidupan masyarakat Bali secara luas.
"Ini harus kita rawat dengan baik agar kelestariannya tetap terjaga bagi generasi masa depan," tegas Gubernur Koster.
Gubernur asal Sembiran, Buleleng, ini juga mengungkapkan perhatian dan fokus serius terhadap arah pembangunan di Kabupaten Bangli. Setiap kebijakan pembangunan fisik, menurutnya, harus berjalan selaras dan seimbang dengan upaya pelestarian lingkungan alam, adat istiadat, seni budaya, serta tatanan kehidupan spiritual masyarakat Bali.
Komitmen strategis itu disebut Koster sebagai bagian integral dari implementasi haluan pembangunan Bali untuk 100 tahun ke depan. Arah pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan fisik dan kemajuan ekonomi semata. Pulau Dewata juga harus dipastikan tetap ajeg berkat kekuatan fondasi adat dan tradisi yang dimilikinya.
"Mari kita bersama-sama menjaga Bali agar tetap ajeg, harmonis, dan bermartabat," ujarnya.
Menutup rangkaian pesannya, Koster kembali mengingatkan pentingnya penguatan kedudukan seluruh desa adat di Bali. Desa adat dinilai memiliki posisi dan peran strategis sebagai benteng utama dalam mempertahankan nilai-nilai luhur budaya, kearifan lokal, serta keharmonisan kehidupan sosial kemasyarakatan di Bali ke depan.
Prosesi Muspayang Bhakti Nganyarin sendiri merupakan rangkaian upacara Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat atau Ida Betara/Betari Tedun Kabeh. Kegiatan ini digelar di Pura Bukit Mentik, Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.