JEMBRANA — Nilai investasi PPN Pengambengan tercatat Rp 1,2 triliun, jauh melampaui PPN Kejawanan yang menelan sekitar Rp 400 miliar. Menteri Sakti Wahyu Trenggono menyebut besaran anggaran itu menyesuaikan jumlah kapal yang akan dilayani serta kedekatan pelabuhan dengan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 718. Kawasan tersebut dikenal menyimpan potensi sumber daya perikanan bernilai ekonomi tinggi.
Menteri menegaskan orientasi utama proyek ini adalah pasar ekspor. "Harapannya, di sini menjadi tempat premium fish yang bisa langsung ditujukan untuk ekspor," katanya.
PPN Pengambengan menempati posisi sebagai pelabuhan perikanan nasional kedua yang dibangun pemerintah setelah PPN Kejawanan di Cirebon. Perbedaan skala keduanya cukup mencolok: anggaran Pengambengan hampir tiga kali lipat Kejawanan.
Selain fungsi utama sebagai tempat bongkar muat ikan, pelabuhan ini dirancang menjadi destinasi wisata baru. Pemerintah berharap kawasan itu mampu menggerakkan perekonomian sekitar sekaligus tampil sebagai pelabuhan perikanan modern, bersih, dan tertata rapi.
Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan pengembangan PPN Pengambengan akan berdampak besar bagi perekonomian daerah. Menurutnya, pelabuhan ini dirancang menangani seluruh rantai aktivitas perikanan, mulai dari pelayanan kapal, penanganan hasil tangkapan, pengolahan, hingga pemasaran.
Rangkaian itu diharapkan menciptakan iklim usaha yang kompetitif dan berkelanjutan. "Program ini sangat luar biasa. Ini akan menjadi pelabuhan perikanan nasional terbesar di Indonesia yang akan mengembangkan perekonomian Bali serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan para nelayan di Bali," ujar Koster.
Koster menempatkan proyek ini sebagai bagian dari konsep Ekonomi Kerthi Bali yang ia rancang. Dalam kerangka itu, pertumbuhan ekonomi Bali tidak lagi bertumpu pada sektor pariwisata semata, melainkan juga pertanian, kelautan dan perikanan, industri branding Bali, UMKM, serta ekonomi kreatif dan digital.
Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan terima kasih atas realisasi program yang disebut telah lama dinanti. "Mewakili Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri yang telah mewujudkan program ini. PPN Pengambengan ini sudah menjadi keinginan Pemerintah Provinsi Bali sejak lama, yaitu membangun perekonomian Bali berbasis kelautan. Ini akan menjadi pusat pembangunan ekonomi baru di Bali yang sangat berdampak bagi masyarakat Bali, khususnya masyarakat Jembrana," imbuh Koster.
Acara peletakan batu pertama dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI I Nyoman Adi Wiryatama dan Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bali dan Kabupaten Jembrana.
Dengan target penyelesaian akhir 2028 atau awal 2029, masa konstruksi PPN Pengambengan berjalan sekitar dua tahun sejak peletakan batu pertama. Pemerintah belum memerinci tahapan pembangunan maupun jadwal operasional perdana pelabuhan tersebut.