BALI — Setelah dua minggu dipakai sebagai jam harian sekaligus pendamping aktivitas luar ruang, satu hal yang paling menonjol dari Galaxy Watch Ultra 2 bukan desainnya, melainkan daya tahan baterainya yang hampir menyentuh tiga hari per pengisian. Jam ini dijual USD 699, naik USD 50 dari pendahulunya, tapi masih USD 100 lebih murah dari Apple Watch Ultra 4. Ada satu catatan serius di data elevasi yang perlu kamu tahu sebelum membeli.
Samsung Galaxy Watch Ultra 2 adalah jawaban Samsung atas Apple Watch Ultra dan jajaran jam outdoor Garmin. Dua tahun setelah versi pertama meluncur, generasi baru ini membawa baterai lebih besar, layar lebih terang, ketahanan air yang kini benar-benar siap menyelam, plus sederet metrik kesehatan baru. Saya memakainya dua minggu untuk kerja harian, tidur, bersepeda, dan mendaki, lalu membandingkannya langsung dengan Garmin Instinct 3 dan Apple Watch Ultra 3.
Galaxy Watch Ultra 2 dibanderol USD 699, naik USD 50 dari harga peluncuran pendahulunya dua tahun lalu. Angka itu masih USD 100 lebih murah dari Apple Watch Ultra 4 yang dijual USD 799.
Kalau anggaran lebih ketat, Galaxy Watch 9 menawarkan hampir semua fitur yang sama dengan bodi lebih ramping, mulai USD 379 hingga USD 459. Galaxy Watch Ultra 2 sudah tersedia di toko maupun online.
Panel AMOLED 1,52 inci dengan kecerahan puncak 5.000 nits membuat jam ini gampang dibaca di bawah sinar matahari langsung. Sebagai pembanding, Apple Watch Ultra 4 hanya menyentuh 3.000 nits.
Dalam pemakaian nyata saat bersepeda listrik di medan berbukit, layar Galaxy Watch Ultra 2 terasa lebih jelas dibaca sambil bergerak dibanding Garmin Instinct 3 yang biasa saya pakai. Ini salah satu layar terbaik yang pernah saya coba di jam pintar Android.
Versi pertama mengklaim tahan air 100 meter, tapi tidak dirancang untuk menyelam atau snorkeling. Samsung tampaknya mendengar keluhan itu. Galaxy Watch Ultra 2 kini bersertifikat EN13319 untuk scuba diving dan IP69K terhadap debu serta kelembapan.
Samsung juga menggandeng aplikasi selam Mares untuk mengubah jam ini jadi komputer selam penuh, lengkap dengan pemantauan kecepatan dan peringatan safety stop. Aplikasinya berlangganan, USD 8,99 per bulan atau USD 69,99 per tahun.
Dari sisi dimensi, bodinya cuma 2 mm lebih tipis dari generasi lama, dan jujur saja hampir tidak terasa bedanya. Di pergelangan tangan saya yang berukuran 6,5 inci, bodi 47 x 47 x 10 mm ini tetap terasa besar. Tiga tombol fisik tersedia di satu sisi, dengan tombol tengah "Action" yang bisa diprogram untuk delapan fungsi berbeda — saya set untuk langsung memulai workout.
Satu perubahan yang tidak mencolok tapi sangat terasa: strap baru lebih lembut dan lentur. Sistem pengaitnya sama dengan model lama, jadi strap lama masih bisa dipasang kalau kamu lebih suka.
Galaxy Watch Ultra 2 membawa beberapa fitur kesehatan baru. Tab Vitals di aplikasi Samsung Health menampilkan detak jantung, HRV, SpO2, suhu tubuh, dan laju pernapasan dalam satu tempat. Ada juga skor Heart Health 1-100 yang diperbarui sepanjang hari.
Fitness Index memberi skor 1-100 yang membandingkan kondisi fisikmu dengan rata-rata orang seusia dan sejenis kelamin, dilihat dari lima kategori: kekuatan, kardio, daya tahan, kelenturan, dan komposisi tubuh. Skor saya saat pengujian ada di angka 82, atau "rata-rata".
Pelacakan tidurnya termasuk yang paling detail di antara jam pintar, dan jam ini sudah mendapat izin FDA untuk deteksi sleep apnea — sesuatu yang belum dimiliki Google Pixel Watch terbaru. Yang penting: Samsung tidak memagari fitur-fiturnya di balik langganan bulanan, berbeda dari Google dan Garmin.
Ini masalah paling serius yang saya temukan. Galaxy Watch Ultra 2 cenderung melebih-lebihkan data ketinggian saat merekam aktivitas luar ruang. Saya menemui ini saat bersepeda di Seattle yang berbukit, lalu terulang saat mendaki di Cascade Mountains bersama Garmin Instinct 3 dan Apple Watch Ultra 3.
Kelemahan kedua: tidak ada mode khusus untuk mountain biking dan e-biking, padahal jam ini dijual sebagai jam petualangan outdoor. Untuk lari, jalan, dan bersepeda biasa, akurasinya bagus. Detak jantung juga akurat asal strap dikencangkan dengan benar.
Google Gemini sudah tertanam langsung di jam ini, dan sejauh yang saya coba, ini asisten suara terbaik di smartwatch saat ini. Dengan akses ke Gmail dan Google Calendar, Gemini bisa menjawab pertanyaan spesifik seperti kapan saudara saya bilang pesawatnya mendarat pekan depan.
Peluncurannya bisa lewat gestur "Raise to talk" — cukup angkat pergelangan tangan, dan asisten langsung aktif. Fitur ini harus dinyalakan dulu di menu pengaturan, tapi begitu aktif, responsnya konsisten.
Kapasitas baterainya naik dari 590 mAh ke 800 mAh, terbesar di antara wearable Android. Meski layarnya lebih terang, efisiensi dayanya justru lebih baik dari generasi lama.
Artinya, kamu bisa memakai jam ini hampir tiga hari penuh tanpa mengisi daya, bahkan dengan layar selalu menyala.
Kelebihan:
Kekurangan:
Galaxy Watch Ultra 2 adalah pembaruan yang berarti dari generasi pertama. Jam ini lebih tangguh, lebih pintar, dan lebih awet, dengan layar paling terang di kelasnya. Kenaikan USD 50 menurut saya masih masuk akal untuk semua peningkatan itu.
Jam ini cocok buat kamu yang ingin smartwatch Android serba bisa untuk kerja harian, tidur, dan aktivitas luar ruang ringan sampai menengah, tanpa mau bayar langganan bulanan. Kurang cocok buat pendaki serius atau pesepeda gunung yang butuh data elevasi presisi dan mode khusus — untuk kebutuhan itu, Garmin masih lebih tepat. Kalau data elevasi diperbaiki lewat update firmware, jam ini nyaris tanpa cela.