BALI — Erupsi terbaru Gunung Semeru terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi 105 detik. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke timur.
Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia mencatat, dalam sepekan terakhir Semeru sudah empat kali erupsi. Tinggi kolom abu pada Senin pagi mencapai 4.076 meter di atas permukaan laut.
Pengamatan kegempaan pada 14 September 2026 pukul 00.00-06.00 WIB menunjukkan 27 kali gempa letusan dengan amplitudo 10-23 milimeter dan lama gempa 58-178 detik.
Selain itu, tercatat 9 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-4 milimeter dan lama gempa 43-71 detik. Ada pula 8 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2-7 milimeter dan lama gempa 41-76 detik.
PVMBG mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, warga dilarang beraktivitas pada 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan.
Larangan di sempadan sungai itu berlaku karena area tersebut berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
MAGMA Indonesia merekam 4.630 letusan gunung api di seluruh Indonesia selama 2026. Gunung Semeru menyumbang 1.809 letusan, terbanyak dibanding gunung api lain.
Bagi wisatawan yang berencana ke kawasan Lumajang dan sekitarnya, pantau terus informasi resmi PVMBG dan MAGMA Indonesia sebelum berangkat. Status Siaga bisa berubah kapan saja, dan rute menuju sejumlah titik wisata di lereng Semeru berpotensi ditutup sewaktu-waktu.