BALI — Peta perjalanan wisatawan untuk 2027 mulai terbentuk. Advantage Travel Partnership, konsorsium bisnis perjalanan independen yang berbasis di Inggris, menempatkan Indonesia dalam daftar destinasi yang layak diperhatikan tahun depan. Prediksi itu dirilis setelah data tren perjalanan mereka menunjukkan pergeseran minat wisatawan ke arah eksplorasi yang lebih mendalam.
Commercial Director Advantage Travel Partnership, John Sullivan, menyebut China, Indonesia, dan Amerika Selatan sebagai kawasan yang patut dicermati pada 2027. Laporan Euronews, Kamis, 10 September 2026, mengutip Sullivan yang melihat wisatawan kini mencari pengalaman beragam dalam satu perjalanan. Mereka tidak lagi puas mengunjungi satu titik, tetapi ingin berpindah destinasi sambil mengenal karakter budaya dan aktivitas lokal.
Data Advantage Travel Partnership menunjukkan touring holidays, yaitu perjalanan dengan rute terencana yang membawa wisatawan berpindah dari satu destinasi ke destinasi lain, tumbuh sepanjang 2025 hingga 2026. Minat terhadap perjalanan jarak jauh ikut naik. Afrika Selatan, Kenya, dan Jepang menjadi tujuan long-haul yang banyak diminati karena menawarkan pengalaman seputar satwa liar, budaya, dan eksplorasi.
Di Eropa, Italia, Prancis, dan Spanyol memimpin pasar short-haul touring. Sullivan menegaskan perubahan ini bukan tren sesaat.
"Wisata telah menjadi kisah pertumbuhan yang nyata bagi kami pada 2026. Orang-orang kini tidak lagi hanya mencari liburan tradisional yang sekadar santai, melainkan semakin ingin menjelajahi dan merasakan destinasi secara mendalam," kata John.
Sejumlah peristiwa besar diperkirakan ikut mendorong permintaan perjalanan tahun depan. Ryder Cup di Irlandia, Piala Dunia Wanita FIFA di Brasil, dan Piala Dunia Rugbi Putra di Australia berpotensi menarik wisatawan ke negara tuan rumah. Fenomena astronomi juga menjadi magnet tersendiri. Gerhana matahari yang melintasi Afrika Utara dan Spanyol diprediksi menarik pelancong yang ingin menyaksikan peristiwa langka itu secara langsung.
Situasi geopolitik turut mengubah peta perjalanan. Konflik di Timur Tengah membuat sebagian pelancong yang semula berencana ke kawasan tersebut mengalihkan tujuan ke Amerika Serikat, Karibia, dan Asia Timur. Amerika Serikat sendiri mencatat peningkatan minat perjalanan, salah satunya didorong antusiasme terhadap penyelenggaraan Piala Dunia.
Potensi Indonesia pada 2027 juga terlihat dari kuatnya minat pasar domestik. Data tiket.com menempatkan Bali, Yogyakarta, Bandung, Labuan Bajo, dan Lombok dalam daftar wishlist wisatawan Indonesia pada 2026. Minat itu sejalan dengan pertumbuhan perjalanan dan konektivitas ke sejumlah wilayah lain sepanjang 2025.
Lampung, Pangandaran, Magelang, Labuan Bajo, Wakatobi, Manado, Sorong, dan Nabire tercatat mengalami pertumbuhan penerbangan dan akomodasi. Keragaman daya tarik menjadi kekuatan destinasi-destinasi tersebut, mulai dari wisata alam, bahari, hingga budaya. Sekitar 75 persen perjalanan sepanjang 2025 menuju destinasi domestik.
Wisatawan juga semakin mencari pengalaman beragam seperti kuliner, eksplorasi kota dan desa, wisata bahari, serta petualangan. Kombinasi inilah yang membuat Indonesia relevan dengan tren perjalanan eksploratif yang diprediksi menguat pada 2027.
Bagi traveler yang merencanakan liburan tahun depan, waktu terbaik menyusun rute adalah jauh hari sebelum musim ramai. Pertimbangkan menggabungkan destinasi dalam satu perjalanan, misalnya Bali–Labuan Bajo atau Yogyakarta–Magelang, untuk memaksimalkan pengalaman sesuai pola touring holidays yang sedang naik.