BANGLI — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bangli mulai menyusun strategi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027 yang akan digelar di Buleleng. Total anggaran yang dirancang mencapai Rp5,6 miliar, naik Rp2,4 miliar dari realisasi Porprov 2025.
Kenaikan ini bukan tanpa sebab. Sekretaris Umum KONI Bangli, Achmad Agus Tahar, mengungkapkan bahwa ketersediaan akomodasi penginapan dengan harga terjangkau di Buleleng sangat terbatas.
Mayoritas penginapan yang tersedia di Buleleng berupa vila. Kondisi ini berdampak langsung pada membengkaknya estimasi biaya sewa selama pelaksanaan Porprov nanti.
Untuk menyiasati hal tersebut, KONI Bangli telah melakukan komunikasi dan penjajakan awal dengan sejumlah calon penyedia penginapan. Langkah ini dinilai krusial untuk menghemat pengeluaran daerah.
"Kalau bisa dapat anggaran lebih awal, kami bisa booking awal lebih murah. Kalau belakangan pasti nilainya sudah beda," ujar Agus Tahar.
Hingga saat ini, kepastian besaran dana yang akan dikucurkan masih menunggu keputusan pemerintah daerah. Sementara itu, persiapan di internal KONI Bangli sudah mulai berjalan.
Pembinaan atlet difokuskan pada penguatan fisik secara umum bagi seluruh cabang olahraga (cabor). Tahap ini menjadi fondasi sebelum masuk ke program latihan spesifik di masing-masing cabor.
Kebijakan baru diterapkan KONI Bangli untuk pengiriman kontingen. Sistem kuota tidak lagi digunakan sebagai dasar penentuan atlet yang berlaga.
Penilaian kini didasarkan pada progres serta kualitas riwayat tanding cabor melalui keikutsertaan event secara mandiri. Data tersebut kemudian menjadi acuan bidang prestasi bersama sport science.
KONI Bangli membidik raihan minimal 20 medali emas pada Porprov 2027 nanti. Target tersebut untuk menyamai atau melampaui capaian pada Porprov 2025 lalu.
Pada Porprov 2025, kontingen Bangli berhasil mengumpulkan 18 medali emas. Jumlah ini meningkat dibandingkan perolehan 15 medali emas pada Porprov 2022. (***)