BALI — Kami menyaksikan pengumuman Acer di IFA 2026 melalui materi resmi yang dirilis. Perlu dicatat, ini adalah hands-on berdasarkan spesifikasi dan demonstrasi awal, bukan review jangka panjang. Kami belum bisa menguji akurasi warna atau responsivitas stylus dalam pemakaian nyata selama berhari-hari.
Dari seluruh lini produk anyar Acer di ajang tersebut—tablet Iconia X, proyektor C350e, hingga router 5G—monitor ePaper EP130K paling menarik perhatian. Produk ini menjawab masalah nyata yang sering kami temui: layar laptop kedua yang boros baterai.
Acer EP130K menggunakan panel 13,3 inci dengan resolusi 3200 x 2400 piksel. Angka ini jauh di atas resolusi ePaper kebanyakan yang biasanya mentok di 1080p, sehingga teks dan kode tampak sangat detail. Klaim utama Acer ada pada sifat bi-stability—panel hanya butuh daya saat mengganti gambar, bukan untuk mempertahankannya.
Dampaknya signifikan: saat menampilkan dokumen statis, monitor ini nyaris tidak menarik daya dari laptop. Ini berbeda total dengan monitor LCD portabel biasa yang selalu menyala. Bagi pekerja yang sering membaca jurnal atau menulis draf panjang, ini bisa berarti tambahan waktu pemakaian laptop hingga berjam-jam.
Layar sentuh dan dukungan stylus tersemat. Namun, teknologi ePaper punya response time yang jauh lebih lambat dibanding IPS atau OLED. Animasi dan scroll cepat akan terlihat patah—jadi produk ini bukan untuk menonton video atau desain grafis dinamis.
Acer juga memperkenalkan PD163Q P3, solusi bagi mereka yang butuh banyak layar tanpa ribet kabel. Desainnya lipat dan ringkas, berisi tiga panel IPS FHD 15,6 inci yang terhubung ke laptop hanya lewat satu kabel USB-C.
Hasilnya, kamu bisa mengelola hingga empat layar sekaligus—tiga dari ekstender plus layar laptop utama. Produk ini jelas ditujukan untuk analis finansial, trader, atau programmer yang butuh banyak ruang kerja. Namun, karena tiga layar aktif sekaligus, jangan harap baterai laptopmu bertahan lama—produk ini lebih cocok dipakai di meja dengan sumber daya listrik.
Acer menyegarkan lini hiburan dengan proyektor LED portabel C350e. Resolusinya Full HD dengan kecerahan 350 ANSI lumens—cukup untuk ruangan gelap, kurang ideal di ruang terang. Fitur unggulannya ada pada AI Badge, widget display interaktif yang mendukung Google Gemini dan berfungsi ganda sebagai remote yang bisa dilepas.
Selain itu, ada pembaruan untuk jajaran tablet Android 16: Iconia X16/X14 dengan layar OLED, serta Iconia A16/A14 yang lebih terjangkau dengan layar IPS. Acer juga meluncurkan router 5G Connect X6ES dan dongle D5P dengan dukungan tri-SIM.
Meski inovatif, ada beberapa catatan penting sebelum kamu tergoda mengeluarkan uang:
Acer EP130K bukan untuk semua orang. Produk ini adalah alat kerja khusus bagi profesional yang matanya lelah dengan layar backlit dan butuh baterai laptop awet seharian. Untuk pembaca dokumen, penulis, atau programmer yang bekerja dengan teks, monitor ini bisa jadi game changer—meski kami hindari kata itu secara harfiah karena response time-nya memang tidak untuk main game.
Jika kamu butuh layar kedua untuk menonton film atau editing foto, lewati produk ini dan lihat monitor IPS biasa. Tapi jika prioritasmu adalah kenyamanan mata dan efisiensi daya, EP130K layak dinantikan—asalkan harganya masuk akal saat resmi mendarat di Indonesia.