DENPASAR — Rangkaian puncak Karya Pujawali ke-XXI di Pura Parahyangan Agung Jagatkarta Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, berlangsung khidmat dengan kehadiran jajaran Pemerintah Kota Denpasar. Delegasi yang dipimpin Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa itu turut larut dalam prosesi persembahyangan yang bertepatan dengan Rahina Purnama Katiga, Kamis (27/8).
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan. Bagi umat Hindu yang tersebar di berbagai daerah, pujawali menjadi momen untuk memperkuat ikatan spiritual sekaligus kebersamaan sosial. Kehadiran pejabat publik dalam agenda keagamaan semacam ini juga memperlihatkan sinergi antara pemerintah dan umat dalam menjaga harmoni.
Wakil Wali Kota Arya Wibawa menegaskan bahwa perayaan pujawali kali ini menjadi sarana penting bagi umat Hindu untuk menggali nilai-nilai spiritual. Ia mengaitkan pelaksanaan upacara Dewa Yadnya dengan ajaran Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.
Menurutnya, di tengah berbagai dinamika kehidupan yang kian kompleks, energi positif dari ritual keagamaan diharapkan mampu menetralisir hal-hal negatif. "Tentu pelaksanaan upacara Dewa Yadnya ini sebagai sarana menggali nilai spiritual seluruh umat untuk mengimplementasikan Tri Hita Karana. Dengan pelaksanaan upacara ini, diharapkan dapat memancarkan energi positif dan menetralisir hal-hal negatif," ujar Arya Wibawa usai persembahyangan.
Kehadiran rombongan Pemkot Denpasar tidak hanya sebagai tamu undangan. Anggota Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Denpasar turut berpartisipasi aktif dalam ngayah Tari Rejang Renteng pada rangkaian puncak acara. Tarian sakral yang dipersembahkan saat purnama ini menjadi daya tarik tersendiri dalam prosesi pujawali di Pura yang terletak di kawasan Gunung Salak tersebut.
Ketua TP PKK Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara dan Ketua GOW Kota Denpasar Ayu Kristi Arya Wibawa juga tampak hadir mendampingi rombongan. Keterlibatan langsung para tokoh perempuan daerah ini menunjukkan bahwa pelestarian seni sakral tetap menjadi perhatian serius, bukan hanya oleh pemerintah pusat, tetapi juga daerah asal.
Ketua Panitia Karya I Putu Wardana menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Pemkot Denpasar dan seluruh rombongan yang telah berpartisipasi, khususnya dalam pementasan Tari Rejang Renteng. Ia juga berterima kasih kepada seluruh pemedek yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan, baik yang terlibat langsung maupun yang mengikuti prosesi dari jauh.
"Kami berharap pelaksanaan pujawali ini dapat meningkatkan keharmonisan serta kerahayuan bagi seluruh umat ke depannya," ucap Wardana. Harapan tersebut sejalan dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh umat Hindu lintas daerah dalam merayakan puncak pujawali di parahyangan tersebut.