Wali Kota Denpasar Jaya Negara Serahkan Punia di Puncak Karya Padudusan Alit Sanur, 1.800 Krama dari 10 Banjar Terlibat

Penulis: Eri Subagio  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 18:47:01 WIB
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyerahkan punia dalam puncak Karya Padudusan Alit di Kawasan Pantai Matahari Terbit, Sanur, yang melibatkan 1.800 krama dari 10 banjar adat.

DENPASAR — Sebanyak 1.800 krama dari 10 banjar adat di Sanur bahu-membahu mensukseskan puncak Karya Padudusan Alit di Kawasan Pantai Matahari Terbit. Rangkaian upacara yang telah berlangsung sejak 19 Agustus 2026 ini dipuput oleh Ida Pedanda Putra Telaga, Ida Pedanda Buda, serta Jelantik Gunung Sari Ubud.

Kehadiran Jaya Negara di tengah prosesi bukan sekadar seremonial. Wali Kota Denpasar itu secara langsung menyerahkan punia sebagai wujud dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelestarian adat, budaya, dan tradisi Bali yang sedang berjalan di wilayahnya.

Bukan Sekadar Upacara, Melainkan Fondasi Penataan Kawasan

Karya agung ini memiliki kaitan erat dengan rencana besar penataan Kawasan Pantai Matahari Terbit. Wakil Ketua Panitia Karya sekaligus Ketua Baga Parahyangan Desa Adat Sanur, Ida Bagus Kompiang Partama, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian upacara menjadi landasan spiritual bagi pembangunan fisik kawasan tersebut.

Penataan yang dimaksud mencakup pembangunan Petunon sebagai tempat upacara Ngaben warga Sanur, kawasan UMKM, Kantor Desa Adat, renovasi Kantor LPD, areal parkir, hingga pembangunan Patung Monumen Nelayan Lokal. Selain itu, karya ini juga digelar untuk mendirikan Pelinggih Padma sebagai pengulun kawasan serta menstanakan Ida Bhatara Melanting sebagai pengayom ekonomi pesisir.

Momentum Memperkuat Sradha dan Gotong Royong

Jaya Negara menggarisbawahi bahwa pelaksanaan karya ini merupakan momentum penting bagi seluruh krama untuk meningkatkan sradha dan bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Menurutnya, gotong royong yang ditunjukkan ribuan warga dalam mensukseskan upacara ini adalah cermin nyata keharmonisan sosial.

“Semoga pelaksanaan karya ini dapat berjalan dengan lancar serta memberikan kerahayuan bagi seluruh krama. Momentum ini juga hendaknya semakin memperkuat kebersamaan kita dalam menjaga adat, budaya, lingkungan, dan keharmonisan kehidupan berlandaskan nilai-nilai Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara dalam sambutannya.

Sinergi Desa Adat dan Pemkot untuk Pembangunan Berkelanjutan

Ida Bagus Kompiang Partama menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran dan dukungan Wali Kota serta jajaran Pemerintah Kota Denpasar. Ia menilai dukungan tersebut menjadi motivasi besar bagi krama Desa Adat Sanur untuk terus menjaga adat dan budaya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Bapak Wali Kota serta Pemerintah Kota Denpasar. Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga adat, budaya, dan keharmonisan Desa Adat Sanur,” kata Ida Bagus Kompiang Partama.

Pelaksanaan karya ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Desa Adat Sanur, masyarakat, dan Pemkot Denpasar. Konsep Tri Hita Karana yang menjadi dasar penataan kawasan diharapkan menghasilkan pembangunan yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga selaras dengan nilai-nilai spiritual dan kelestarian lingkungan.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: dutabalinews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top