BADUNG — Jajaran Polres Badung dan pengurus AMSI Wilayah Bali duduk bersama membahas strategi konkret melawan banjir informasi palsu yang kerap mengganggu stabilitas keamanan. Forum yang dipimpin langsung Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba dan Ketua AMSI Bali I Ketut Adi Sutrisna ini membedah akar persoalan maraknya akun media sosial tanpa verifikasi yang lebih mengejar viralitas ketimbang akurasi fakta.
Ketua AMSI Bali, I Ketut Adi Sutrisna, menyoroti dampak luas dari informasi yang beredar tanpa sumber jelas. Menurutnya, kondisi ini tidak hanya merugikan publik, tetapi juga berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah dan penegak hukum.
"Banyak informasi yang tidak valid bahkan tanpa sumber yang jelas. Kondisi ini terkadang menimbulkan persepsi yang kurang baik di masyarakat, termasuk terhadap institusi pemerintah. Karena itu kami membutuhkan kolaborasi untuk menetralisir informasi hoaks yang beredar," ungkap I Ketut Adi Sutrisna di hadapan jajaran Polres Badung.
Dalam pemaparannya, Adi Sutrisna menegaskan kesiapan 26 media anggota AMSI Bali yang telah mengantongi sertifikasi Dewan Pers. Seluruh media tersebut berkomitmen menjalankan standar konfirmasi dan verifikasi ketat sesuai kode etik jurnalistik sebelum sebuah informasi tayang ke publik.
Selain penguatan di sisi produksi konten, AMSI Bali juga menawarkan program kolaborasi berkelanjutan. Program tersebut mencakup edukasi literasi digital dan pelatihan cek fakta yang menyasar masyarakat luas di Kabupaten Badung.
Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba menyambut baik tawaran kolaborasi tersebut. Ia mengakui dinamika media sosial kerap menjadi tantangan tersendiri bagi aparat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Pertemuan ini membantu kami di Kepolisian dalam memahami informasi hoaks yang tersebar di Medsos," tutur AKBP Joseph Edward Purba, didampingi Wakapolres Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina beserta jajaran kasat dan polsek setempat.
Keberadaan media siber yang kredibel dinilai menjadi mitra vital untuk meluruskan berbagai informasi keliru yang beredar di tengah masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat dan menekan laju penyebaran hoaks di wilayah hukum Polres Badung.***