BALI — Lembaga riset Counterpoint Research merilis data terbaru yang menunjukkan pasar ponsel pintar global mengalami penurunan signifikan di sejumlah kawasan utama. Namun di tengah lesunya pasar, Apple justru berhasil mencatat pertumbuhan penjualan dua digit di India, Amerika Latin, dan Eropa pada kuartal kedua 2026.
Counterpoint mencatat pasar ponsel pintar India terkontraksi 14 persen pada periode akhir Maret hingga awal Agustus dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini berlanjut selama tiga minggu setelah program promosi besar-besaran yang berlangsung pada Juli berakhir.
Di tengah kondisi tersebut, Apple justru membukukan pertumbuhan penjualan 15 persen—tertinggi dibandingkan merek lain. Samsung dan Oppo hanya mencatat pertumbuhan sekitar 4 persen di pasar India.
Menurut Counterpoint, program promosi yang digelar berbagai merek lebih banyak menggeser waktu pembelian konsumen, bukan menciptakan permintaan baru. Dengan harga perangkat yang terus meningkat, pasar ponsel pintar India diperkirakan menyusut sekitar 13 persen sepanjang 2026.
Di Amerika Latin, penjualan ponsel pintar turun 10 persen pada kuartal kedua 2026—penurunan tahunan terbesar sejak kuartal ketiga 2023. Apple dan Samsung menjadi dua merek yang masih mencatat pertumbuhan, masing-masing 5 persen dan 6 persen, sementara Motorola, HONOR, dan Xiaomi mengalami penurunan.
Pertumbuhan Apple di kawasan ini terbantu keputusan perusahaan menanggung kenaikan biaya komponen tanpa membebankannya sepenuhnya kepada konsumen. Hasilnya, Apple kini menguasai sekitar 51 persen pasar ponsel dengan harga di atas 600 dolar AS (sekitar Rp 10 jutaan) di Amerika Latin.
Pasar Eropa mencatat penjualan 35 juta unit pada kuartal kedua—kinerja terlemah dalam tiga tahun terakhir. Apple berhasil menaikkan pangsa pasarnya hingga sembilan poin persentase, kini sebesar 34 persen, menyamai Samsung. Xiaomi berada di posisi ketiga dengan pangsa 15 persen, dan tidak ada merek lain yang menguasai lebih dari 4 persen pasar.
Counterpoint memperkirakan pasar Eropa masih akan tertekan karena ketersediaan perangkat makin terbatas, namun Apple diprediksi tetap mampu mencatat kinerja baik di kawasan tersebut.
Berbeda dengan tiga kawasan di atas, pasar China masih menjadi pekerjaan rumah bagi Apple. Penjualan ponsel pintar di negara tersebut turun 8,6 persen dalam 30 minggu pertama 2026, dengan penurunan dua digit kembali terjadi setelah festival belanja 618 berakhir.
Penjualan ponsel Apple mulai melambat sejak Juli setelah sejumlah toko gawai mengurangi diskon. Sebagian permintaan konsumen dinilai sudah terserap selama periode promosi. Huawei masih memimpin pasar China dengan menguasai lebih dari seperlima penjualan mingguan sejak April.
Counterpoint memperkirakan keterbatasan pasokan memori dan harga komponen yang tinggi akan berlangsung hingga akhir 2026. Pemulihan pasar secara penuh baru diperkirakan terjadi paling cepat pada 2028.
Apple sendiri diprediksi memperkenalkan jajaran iPhone terbaru pada September, yang mencakup iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone Ultra. Peluncuran ini diharapkan menjadi katalis baru bagi penjualan Apple, terutama di pasar China yang sedang lesu.