BALI — Infinix Note 60 Pro justru menarik perhatian karena fitur bypass charging—saat bermain sambil mengisi daya, listrik langsung menuju motherboard, bukan ke baterai. Ini mengurangi panas dan memperpanjang umur sel baterai dalam jangka panjang. Snapdragon 7s Gen 4 yang dipakainya juga dikenal lebih dingin dibanding chip Dimensity di kelas yang sama.
Vivo V70 hadir dengan Snapdragon 7 Gen 4—bukan varian "s" yang lebih hemat daya. Ini berarti performa puncak sedikit lebih tinggi, tetapi konsumsi daya juga lebih besar. Baterai 6.000 mAh dengan charging 90 watt adalah konfigurasi paling moderat di daftar ini, cocok untuk pengguna yang tidak menjadikan gaming sebagai aktivitas utama.
Keunggulan Vivo biasanya ada di sektor kamera dan build quality. RAM 12 GB dan storage 512 GB memastikan perangkat ini tidak akan terasa lambat untuk dua hingga tiga tahun ke depan.
Untuk performa mentah dan umur panjang, Poco X8 Pro Max adalah pilihan paling masuk akal—Dimensity 9500S diprediksi akan menerima dukungan software lebih lama dibanding chipset kelas menengah lainnya. Namun, jika prioritas Anda adalah sesi gaming marathon tanpa khawatir baterai habis, iQOO Z11 5G dengan 9.020 mAh hampir tidak ada lawannya di kelas harga ini.
Infinix Note 60 Pro adalah pilihan paling cerdas untuk jangka panjang berkat bypass charging-nya, meski brand value dan after-sales service-nya masih kalah dari Poco dan Vivo. Vivo V70 baru layak dipertimbangkan jika Anda juga membutuhkan kamera yang solid—bukan untuk gaming murni.
Harga resmi untuk ketujuh model ini belum diumumkan secara serentak, tetapi berdasarkan posisi pasar, estimasi banderolnya mulai dari Rp 3,5 juta hingga Rp 6 juta. Tunggu pengumuman resmi dari masing-masing brand sebelum memutuskan, dan jangan tergoda membeli unit impor hanya karena selisih harga beberapa ratus ribu rupiah.