Monev Gerakan Kulkul PKK di Desa Sembiran Buleleng, Pemprov Bali Bagikan 400 Kg Beras dan Dorong Gotong Royong Rutin

Penulis: Ivan Setiawan  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 20:42:31 WIB
Warga Desa Sembiran, Buleleng, mengikuti gotong royong serentak dalam monitoring dan evaluasi Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu.

BULELENG — Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu yang digagas Pemerintah Provinsi Bali tidak hanya menjadi tugas para kader, melainkan milik seluruh warga desa. Hal ini ditegaskan dalam monitoring dan evaluasi (monev) serentak di sembilan kabupaten/kota yang salah satu lokasinya jatuh di Desa Sembiran, Buleleng.

Tim yang turun ke lapangan terdiri atas Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali Dr. I Made Dwi Dewata, Sekretaris II TP PKK Provinsi Bali I Nyoman Mendra, serta Ketua Bidang IV TP PKK Provinsi Bali dr. A.A. Sagung Mas Dwipayani. Desa Sembiran dipilih secara acak oleh tim agar gambaran pelaksanaan gerakan di lapangan lebih objektif.

Kulkul Dipukul Dua Kali, Warga Serentak Bersih-Bersih

Kegiatan diawali dengan gotong royong membersihkan pekarangan rumah, telajakan, balai banjar, wantilan, hingga tempat ibadah. Sosialisasi tata cara pemukulan kulkul pun menjadi perhatian utama agar gerakan ini berjalan serentak dan tertib.

Berdasarkan sosialisasi tersebut, kulkul pertama dipukul pada pukul 05.45 Wita sebanyak tiga kali dengan ritme “tung… tung… tung…”. Selanjutnya, pada pukul 06.00 Wita, kulkul kembali dibunyikan dua kali sebagai tanda seluruh warga mulai membersihkan pekarangan rumah masing-masing, lalu berlanjut ke fasilitas umum.

Bantuan Beras 400 Kg untuk Warga Membutuhkan

Selain pembinaan, pemerintah juga menyalurkan bantuan sosial berupa 400 kilogram beras. Bantuan ini diharapkan meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial yang berjalan seiring semangat gotong royong.

Sagung Mas Dwipayani menegaskan bahwa gerakan ini merupakan tanggung jawab seluruh elemen desa untuk membangun lingkungan bersih dan sehat. “Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu bukan hanya menjadi tanggung jawab kader PKK, melainkan merupakan gerakan seluruh masyarakat desa,” ujarnya.

Budaya Gotong Royong di Sembiran Sudah Mengakar

Perbekel Desa Sembiran I Ketut Gede Dony Widhi Ariawan menyebut budaya gotong royong sejatinya telah lama dilaksanakan masyarakat setiap minggu. Kehadiran Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu dinilai semakin menghidupkan semangat tersebut, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan rumah dan desa secara bersama-sama.

Usai sosialisasi, tim monev meninjau langsung pelaksanaan gerakan di lingkungan rumah warga. Hasil pemantauan menunjukkan pelaksanaan di Desa Sembiran telah berjalan baik, meski masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan agar partisipasi masyarakat lebih luas dan merata.

Melalui monitoring ini, Pemprov Bali berharap Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu terus berkelanjutan sebagai gerakan masyarakat. Dengan begitu, budaya gotong royong, kebersihan lingkungan, dan solidaritas sosial di Bali semakin kuat.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: baliekbis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top