Gubernur Bali Koster Traktir Warga di Kedai Kopi Tabanan saat Tumpek Krulut, Ratusan Pengunjung Serbu UMKM Lokal

Penulis: Ivan Setiawan  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:04:31 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster menyapa warga saat program traktiran gratis di Kedai Tangkil, Tabanan, Sabtu (1/8).

TABANAN — Antusiasme warga terlihat jelas saat Gubernur Bali Wayan Koster tiba di Kedai Tangkil, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 23, Dajan Peken, Tabanan, Sabtu (1/8) siang. Kedatangan Koster yang didampingi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga sekitar pukul 11.10 WITA itu langsung menyedot perhatian pengunjung yang telah menanti sejak pagi.

Program traktiran gratis dalam rangka perayaan Tumpek Krulut ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga strategi konkret pemerintah daerah untuk menghidupkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Koster menegaskan bahwa perputaran uang di tingkat akar rumput adalah kunci penguatan ekonomi Bali.

Surat Edaran untuk ASN: Wajib Belanja di UMKM Lokal

Di sela-sela kegiatan, Koster mengumumkan rencana penerbitan surat edaran yang menyasar seluruh aparatur pemerintah kabupaten dan kota di Bali. Kebijakan ini nantinya mewajibkan pegawai negeri untuk rutin mengunjungi pusat kuliner dan usaha lokal setiap hari Jumat.

"Pegawai pemerintah di seluruh Bali nantinya diharapkan dapat menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membeli produk lokal. Dengan begitu, perputaran ekonomi akan semakin kuat dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Koster di lokasi.

Langkah ini dinilai strategis karena sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Pulau Dewata. Koster menilai Tabanan memiliki potensi besar di bidang kuliner dan industri kreatif yang perlu didorong agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Stok Kedai Tangkil Ludes, Omzet Pelaku Usaha Naik Tajam

Dampak program ini langsung dirasakan pelaku usaha. Pemilik Kedai Tangkil, Ida Bagus Made Ariyoga, mengungkapkan lonjakan pengunjung sudah terlihat sejak kedai buka pukul 07.00 WITA. Beberapa produk titipan UMKM bahkan habis dan memaksa pemiliknya melakukan pengisian ulang stok.

"Respons masyarakat sangat luar biasa. Dari jam tujuh pagi kami sudah mulai melayani pengunjung dan beberapa produk langsung habis. Bahkan ada pelaku UMKM yang kembali mengisi stok dagangannya," kata Ariyoga.

Produk yang paling banyak diburu pengunjung adalah aneka kopi, minuman non-alkohol, serta jajanan tradisional basah dan kering. Kedai Tangkil sendiri memang memfokuskan diri pada menu minuman dan camilan ringan, bukan makanan berat.

Harapan Pelaku Usaha: Program Berlanjut dan Menjangkau Lebih Banyak Kedai

Ariyoga berharap program traktiran gratis ini tidak berhenti di kedainya saja. Menurutnya, banyak pelaku UMKM lain di Tabanan yang memiliki usaha serupa dan layak mendapatkan kesempatan yang sama untuk dikunjungi langsung oleh pejabat daerah.

"Semoga program ini bisa terus berjalan dan menjangkau tempat-tempat lainnya. Banyak teman-teman saya yang memiliki usaha serupa dan mereka juga pantas mendapatkan kesempatan yang sama," harapnya.

Perayaan Tumpek Krulut sendiri merupakan salah satu warisan budaya Bali yang jatuh setiap enam bulan sekali. Melalui momen ini, pemerintah ingin memperkuat nilai kebersamaan sekaligus memastikan denyut ekonomi masyarakat kecil tetap berdetak di tengah tantangan pariwisata global.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: balipost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top