FIFA Batalkan Rencana Investasi Piala Dunia, Infantino Akui Proposal Ciptakan Perpecahan

Penulis: Eri Subagio  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:26:01 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan pernyataan terkait pembatalan rencana investasi Piala Dunia di Bali.

BALI — Keputusan itu diumumkan Infantino setelah gelombang oposisi menggulung rencana pembentukan anak usaha komersial bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Melalui skema ini, FIFA berniat mengundang investor eksternal untuk membeli saham minoritas non-pengendali di turnamen-turnamen besarnya, termasuk Piala Dunia pria dan wanita.

Kronologi Keruntuhan Rencana Investasi FIFA

Infantino sempat menawarkan 40 juta dolar AS (sekitar Rp 600 miliar) kepada 211 asosiasi anggota jika mendukung proposal tersebut. Tawaran itu ditolak keras oleh UEFA yang mewakili 55 asosiasi Eropa, bahkan mereka mengancam boikot Piala Dunia jika rencana ini tetap dilanjutkan.

Penolakan beruntun datang dari Concacaf yang membawahi 35 asosiasi Amerika Utara, Tengah, dan Karibia. Mereka menyatakan mayoritas anggota kawasan kehilangan kepercayaan pada Infantino. AFC dengan 46 suara kemudian menyatakan solidaritas dengan UEFA dan Concacaf. Jika seluruh anggota mengikuti sikap konfederasinya, total 136 negara bakal menolak rencana tersebut—jauh di atas ambang batas 106 suara yang dibutuhkan untuk meloloskan proposal.

Dua Pejabat Tinggi Mundur, Staf FIFA Mengaku Dibohongi

Carlos Cordeiro, penasihat senior Infantino untuk strategi global, mengundurkan diri dan menyebut proposal itu "kesepakatan buruk bagi sepak bola" yang akan menggadaikan masa depan olahraga ini. Sementara itu, Chief Operating Officer FIFA Kevin Lamour mengungkapkan administrasi internal FIFA merasa telah "dibohongi" mengenai proyek tersebut.

Dokumen 25 halaman yang disusun bank investasi JP Morgan memproyeksikan ekspansi turnamen FIFA akan meningkatkan pembayaran hingga 24 juta euro per asosiasi pada siklus 2035-2039. Dokumen itu juga menyebut Piala Dunia sebagai ajang paling banyak ditonton namun "belum dimonetisasi secara optimal". Menariknya, tidak ada satu pun penyebutan sepak bola wanita di dalam dokumen tersebut.

Investor yang Diusulkan: Terkait Keluarga Menantu Trump

FIFA menyebut Thrive Eternal sebagai calon pemimpin kelompok investor untuk FFE. Thrive adalah perusahaan modal ventura Amerika yang didirikan Joshua Kushner, saudara ipar Presiden AS Donald Trump. Trump sendiri mengaku belum berbicara dengan Infantino soal rencana ini, meski keduanya menjalin hubungan dekat sejak Trump kembali menjabat pada 2025.

Nasib Infantino Menjelang Kongres FIFA Maret

Infantino, 56 tahun, kini menghadapi tekanan besar menjelang pemilihan presiden periode keempat di Kongres FIFA ke-77 di Maroko, Maret mendatang. Sebelum pekan ini, ia diprediksi terpilih tanpa lawan. Pendaftaran kandidat ditutup 18 November.

Dalam pernyataannya, Infantino menegaskan rencana itu dirancang untuk memperkuat asosiasi anggota, "terutama di negara-negara yang paling membutuhkan dukungan". Ia menambahkan: "Tujuan kami selalu—dan akan selalu—untuk menyatukan dan meningkatkan." Namun, dengan mundurnya dua pejabat kunci dan solidnya blok penolakan, posisi Infantino di hadapan 211 asosiasi anggota menjadi pertanyaan besar.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: bbc.co.uk This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top