GIANYAR — Desa Kelusa resmi memiliki sekolah khusus warga lanjut usia. Sekolah Lansia "Pradnya Werdha" yang diluncurkan Kamis (30/7/2026) ini menjadi yang ke-63 di Provinsi Bali sekaligus ke-32 di Kabupaten Gianyar.
Program ini digagas Perwakilan BKKBN Provinsi Bali bersama Pemerintah Desa Kelusa. Pendiriannya merespons struktur penduduk Bali yang kian menua—15,07 persen penduduk provinsi ini kini berusia lanjut.
Pembelajaran akan berlangsung Juli hingga Desember 2026. Total ada 12 kali pertemuan yang mengombinasikan teori di kelas dan praktik lapangan.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS., mengatakan sekolah ini dirancang membentuk lansia SMART—sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat.
"Saat ini Bali memiliki 15,07 persen penduduk lansia dan termasuk provinsi dengan struktur penduduk yang menua lebih cepat. Karena itu, kita harus membangun kesiapan sejak sekarang melalui keluarga dan komunitas," ujarnya.
Materi yang diajarkan tidak hanya kesehatan fisik. Sekretaris Desa Kelusa Ngakan Made Agus Hendra Putra yang juga menjabat Kepala Sekolah Lansia "Pradnya Werdha" menyebut kurikulum mencakup keagamaan, sosial, dan budaya.
"Sekolah Lansia bukan sekadar wadah belajar, tetapi menjadi bentuk pendidikan nonformal yang membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan," kata Agus.
Ia berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian pembelajaran hingga prosesi wisuda. Targetnya, lulusan sekolah ini menjadi lansia tangguh yang tidak bergantung pada orang lain.
Seluruh pembiayaan program bersumber dari APBDes Desa Kelusa Tahun Anggaran 2026. Kehadiran sekolah ini juga memperkuat implementasi pembelajaran sepanjang hayat bagi lansia.
Program ini terintegrasi dengan Bina Keluarga Lansia (BKL) dan layanan kesehatan setempat. Penguatan tujuh dimensi Lansia Tangguh menjadi bagian dari kurikulum yang berkelanjutan.
Melalui peluncuran ini, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bali bersama pemerintah daerah berkomitmen membangun ekosistem yang mendukung lansia tetap produktif. Program ini diharapkan menjadi model pengembangan di desa-desa lain sebagai bagian dari upaya mewujudkan Bali yang siap menghadapi perubahan struktur penduduk.