DENPASAR — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di wilayah Bali pada Rabu (29/7) secara umum berawan. Meski tidak ada peringatan waspada atau awas untuk hujan lebat, warga di delapan kabupaten/kota diminta mewaspadai potensi angin kencang yang dapat terjadi dalam 24 jam ke depan.
Peringatan dini ini diumumkan BMKG melalui akun Instagram resmi @bmkgbali, berlaku sejak pukul 08.00 WITA hingga Kamis (30/7) pukul 08.00 WITA. Delapan wilayah yang masuk dalam peringatan adalah Badung, Denpasar, Klungkung, Gianyar, Buleleng, Karangasem, Tabanan, dan Jembrana.
BMKG juga memprakirakan tinggi gelombang di Perairan Selatan Pulau Bali bisa mencapai 2,0 meter. Kondisi ini berpotensi membahayakan kapal ferry jika kecepatan angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang 2,5 meter. Sementara bagi nelayan, risiko sudah muncul saat kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter.
Di sisi lain, perairan utara Bali relatif lebih tenang dengan tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. Angin bertiup dari arah timur-tenggara dengan kecepatan 10 hingga 39 kilometer per jam.
Suhu udara di Bali pada hari ini diprakirakan berada pada kisaran 22 hingga 31 derajat Celcius. Kelembapan udara cukup tinggi, berkisar antara 67 hingga 90 persen. Suhu terendah tercatat mencapai 22 derajat Celcius pada pagi hari.
Matahari terbit di Bali pada pukul 06.34 WITA dan terbenam pukul 18.17 WITA. Sementara itu, bulan terbit pada pukul 18.06 WITA dan terbenam pada pukul 06.10 WITA.
BMKG mengimbau masyarakat di delapan kabupaten/kota yang masuk peringatan dini untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang, terutama yang bertiup kencang dan tiba-tiba. Warga yang beraktivitas di pesisir selatan Bali, termasuk nelayan dan pengguna jasa ferry, diminta memantau perkembangan cuaca sebelum berlayar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan atau korban akibat angin kencang di wilayah Bali. (*)