5 Tempat Wisata Hits di Bali yang Lagi Viral - Wajib Kunjungi Saat Liburan

Penulis: Haris Maulana  •  Minggu, 26 Juli 2026 | 16:48:01 WIB

Bali memang tak pernah kehabisan cerita. Dari tahun ke tahun, pulau ini terus melahirkan destinasi baru yang langsung meledak di TikTok, Instagram, hingga Google Discover. Bukan sekadar scenery estetik, tempat-tempat ini menawarkan pengalaman otentik yang bikin wisatawan lokal maupun mancanegara rela antre.

Mulai dari hutan monyet yang interaktif hingga tebing karst yang dramatis, kelima spot berikut sudah saya kunjungi langsung dan terbukti masih ramai dikunjungi hingga pertengahan 2025. Simak daftarnya.

1. Monkey Forest Ubud – Hutan Monyet di Tengah Kota

Sacred Monkey Forest Sanctuary di Padangtegal, Ubud, bukanlah tempat baru. Tapi popularitasnya justru naik lagi dalam dua tahun terakhir. Video monyet ekor panjang yang jinak dan candi di tengah hutan menjadi konten favorit pengguna TikTok.

Lokasinya strategis: dari pusat Ubud hanya perlu jalan kaki 10 menit. Di dalam kawasan, Anda bisa menyusuri jalan setapak yang teduh, melihat tiga pura tua, dan berinteraksi dengan ratusan monyet. Waktu terbaik datang pagi hari sekitar pukul 08.00–10.00, sebelum pengunjung membludak.

Tips sederhana: jangan membawa makanan atau plastik terbuka. Monyet di sini cukup cerdas dan bisa merebut barang dari tangan Anda. Hindari kontak mata langsung dengan monyet jantan dominan.

2. Pantai Kelingking – Tebing T-Rex Nusa Penida

Pantai Kelingking di Nusa Penida sudah menjadi ikon wisata Bali sejak 2023. Bentuk tebingnya yang menyerupai dinosaurus T-Rex membuat foto dari atas tebing selalu viral. Tapi jangan hanya berhenti di spot foto.

Turun ke bibir pantai lewat tangga batu yang curam memakan waktu sekitar 30–45 menit. Anda akan menemukan pasir putih dan ombak besar yang cocok untuk body surfing. Pastikan fisik prima karena jalurnya terjal dan licin.

Akses utama dari Pelabuhan Sanur ke Nusa Penida dengan kapal cepat sekitar 40 menit. Sewa motor atau sopir pribadi di pulau lebih efisien daripada jalan kaki. Hindari datang siang hari antara jam 12.00–15.00 saat terik paling menyengat.

3. Pura Lempuyang – Gerbang Surga di Timur Bali

Pura Lempuyang Luhur di Kecamatan Abang, Karangasem, terkenal dengan foto Gerbang Penataran Agung yang membingkai Gunung Agung. Efek cermin dari air kolam di depan gerbang menciptakan ilusi seolah Anda berdiri di langit.

Untuk sampai ke gerbang utama, Anda harus naik tangga sebanyak 1.700 anak tangga dari areal parkir. Alternatif yang lebih mudah: gunakan jasa sewa kendaraan bermotor yang bisa naik sampai area tengah. Lama antrean foto bisa 30 menit hingga 2 jam di akhir pekan.

Bawalah sarung dan selendang karena ini area pura aktif. Wanita yang sedang datang bulan tidak diperkenankan masuk. Saran saya: datang sebelum jam 07.00 pagi agar dapat antrean lebih cepat dan cahaya foto lebih soft.

4. Air Terjun Tegenungan – Segar di Tengah Hutan Gianyar

Air Terjun Tegenungan di Desa Kemenuh, Gianyar, belakangan viral karena aksesnya yang mudah dan kolam renang alami yang luas. Berbeda dengan air terjun lain di Bali yang butuh trekking jauh, Tegenungan hanya perlu turun sekitar 150 anak tangga.

Tinggi air terjun sekitar 25 meter dengan debit air deras sepanjang tahun. Anda bisa berenang di kolam bawah, asalkan hati-hati terhadap arus di dekat jatuhan air. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari atau sore hari untuk menghindari keramaian.

Dari pusat Ubud, perjalanan ke Tegenungan hanya 20 menit dengan sepeda motor. Tidak ada jam buka resmi yang pasti, karena operasional bergantung cuaca. Sebelum berangkat, cek media sosial resmi pengelola untuk info terbaru.

5. Pantai Pandawa – Garis Pantai Tebing Kapur di Selatan

Pantai Pandawa di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, kembali naik daun setelah penambahan akses jalan baru dan area parkir yang lebih luas. Namanya diambil dari lima tokoh Pandawa yang diukir di tebing kapur di sisi pantai.

Pasir putihnya lembut, ombaknya tenang, dan tebing-tebingnya memberikan kesan eksotis khas Bali selatan. Di sini Anda bisa main paragliding, banana boat, atau sekadar duduk di warung lesehan. Yang bikin viral: pemandangan matahari terbenam dari atas tebing di ujung timur pantai.

Akses dari Bandara Ngurah Rai hanya 25 menit. Tidak ada tiket masuk resmi yang dikenakan, hanya biaya parkir yang bervariasi. Datanglah hari kerja (Senin–Kamis) untuk menikmati suasana lebih sepi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Q: Kapan waktu terbaik mengunjungi tempat-tempat ini untuk menghindari keramaian?
A: Datanglah pagi hari (06.00–09.00) atau sore hari (16.00–18.00) di hari kerja. Akhir pekan dan libur nasional selalu ramai.

Q: Apakah semua tempat ramah untuk anak-anak?
A: Monkey Forest Ubud dan Pantai Pandawa relatif aman. Pantai Kelingking dan Pura Lempuyang butuh fisik kuat dan tidak disarankan untuk balita.

Q: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengunjungi kelima tempat ini?
A: Minimal tiga hari, dengan satu hari penuh khusus untuk Nusa Penida. Pengaturan rute yang efisien penting.

Q: Apakah ada dress code khusus?
A: Di pura (Monkey Forest, Lempuyang) wajib pakai sarung dan selendang. Pantai dan air terjun bebas asalkan sopan.

Q: Bagaimana transportasi antar tempat?
A: Sewa kendaraan pribadi atau gunakan jasa driver lokal. Transportasi umum antar-area masih terbatas.

Lima destinasi ini membuktikan bahwa Bali masih menyimpan pesona yang tak lekang zaman. Setiap spot punya karakter dan tantangannya sendiri, tapi semuanya layak masuk daftar kunjungan Anda. Siapkan kamera, tenaga, dan kesabaran—karena keindahan di sini tak pernah datang gratis. Nantikan artikel berikutnya tentang tips belanja oleh-oleh dan rekomendasi penginapan di dekat lokasi-lokasi viral ini.

Reporter: Haris Maulana
Back to top