KINTAMANI — Sebanyak 17 perangkat desa dan tokoh masyarakat di Desa Batur Tengah, Kintamani, mendapat pelatihan intensif penanganan bencana dan kegawatdaruratan medis. Program ini digagas Tim KKN-PPM UGM Mentari Kintamani 2026 melalui kegiatan bertajuk Gelis Pitulung x Sigma Lereng.
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Perbekel Desa Batur Tengah. Para peserta terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, jajaran perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan Puskesmas Kintamani I, Babinsa, Satlinmas, Kelian Adat Banjar, dan warga setempat.
Pada sesi awal, peserta dibekali teori dan praktik Bantuan Hidup Dasar (BHD) serta Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Materi mencakup identifikasi kondisi darurat, teknik membuka jalan napas, hingga resusitasi jantung paru (RJP) sesuai standar prosedur.
Instruktur juga menekankan prinsip keselamatan bagi penolong (safe scene) dan pentingnya mengaktifkan sistem layanan darurat medis secara cepat. Tujuannya, meminimalkan risiko fatal sebelum bantuan profesional tiba.
Puncak kegiatan berupa simulasi kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tanah longsor. Peserta dilatih mengenali ancaman, melakukan evakuasi mandiri yang aman, serta mengorganisasi jalur koordinasi darurat di tingkat desa.
Metode simulasi ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar aplikatif. Para peserta juga berlatih memberikan pertolongan pertama pada korban dalam skenario tekanan tinggi, sehingga pengambilan keputusan bisa lebih tajam saat kondisi nyata.
Program ini merupakan langkah responsif membangun budaya tanggap bencana di wilayah rawan longsor dan gempa. Dengan pelibatan langsung pemangku kepentingan desa, diharapkan ketangguhan masyarakat bisa terwujud secara berkelanjutan.