KLUNGKUNG — Kehadiran personel berseragam di Terminal Galiran bukan sekadar patroli biasa. Polres Klungkung mengerahkan Unit Patroli Sat Samapta untuk melakukan pendekatan dialogis guna meredam potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di pusat aktivitas warga tersebut.
Aiptu I Made Mardana memimpin langsung penyisiran ke area terminal yang menjadi titik transit penumpang dan tempat berjualan para pedagang. Langkah ini merupakan respons preventif atas potensi aksi premanisme maupun pungutan liar yang kerap mengintai ruang publik.
Dalam patroli itu, petugas tidak hanya berjalan kaki. Mereka berdialog dengan pedagang dan pengunjung terminal. Tujuannya, menyerap informasi terkini soal situasi kamtibmas di lingkungan sekitar.
“Kami mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya tindakan yang mengganggu ketertiban,” ujar Kasat Samapta Polres Klungkung AKP I Gusti Lanang Jelantik, S.H., M.H., dalam keterangannya.
Masyarakat yang merasa resah atau melihat indikasi premanisme diimbau tidak ragu melapor. Petugas mengingatkan adanya Call Center Polri 110 yang bisa diakses secara gratis selama 24 jam. Laporan warga menjadi kunci bagi kepolisian untuk bergerak cepat.
AKP I Gusti Lanang Jelantik menambahkan, patroli malam terus ditingkatkan sebagai bentuk kehadiran negara di tengah warga. Terminal Galiran yang menjadi simpul transportasi dan ekonomi rakyat harus steril dari segala bentuk gangguan.
Selain patroli, Polres Klungkung mengajak warga memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Kewaspadaan kolektif dinilai lebih efektif mencegah kriminalitas ketimbang hanya mengandalkan aparat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” pungkas AKP I Gusti Lanang Jelantik. Patroli serupa direncanakan berlanjut secara berkala di titik-titik rawan lainnya di wilayah Kabupaten Klungkung.