SMK TI Bali Global Denpasar Buka MPLS 2026/2027, 346 Siswa Baru Dikenalkan Teknologi dan Budaya Tanpa Senioritas

Penulis: Ivan Setiawan  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 20:54:01 WIB
siswa baru SMK TI Bali Global Denpasar mengikuti MPLS tahun ajaran 2026/2027 yang mengedepankan pendekatan humanis tanpa senioritas.

DENPASAR — Sekolah menengah kejuruan berbasis teknologi itu merancang MPLS secara holistik sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Bali. Seluruh panitia, mulai dari unsur manajemen, guru, hingga pendamping dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), telah dipersiapkan untuk menerapkan pendekatan persuasif yang ramah dan menyenangkan.

Pendekatan Humanis Gantikan Senioritas

Kepala SMK TI Bali Global Denpasar, Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd., menegaskan bahwa tidak ada lagi ruang bagi arogansi atau emosi negatif selama pelaksanaan MPLS tahun ini.

"Mari kita wujudkan MPLS ini dengan ramah, ramah terhadap lingkungan dan ramah terhadap sumber daya manusia. Tidak ada lagi arogansi atau emosional. Kita kedepankan pendekatan persuasif dan humanisme agar anak-anak dapat mengembangkan diri di dunia teknologi dengan landasan karakter yang kuat," ujarnya.

Ia menambahkan, pihak sekolah menerapkan prinsip 7S: Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun, Sabar, dan Bersyukur sebagai pedoman utama selama lima hari kegiatan.

Lima Kompetensi Keahlian dan Fasilitas Laboratorium

Sesuai dengan ciri khas sekolah berbasis teknologi, siswa baru diperkenalkan secara menyeluruh pada fasilitas laboratorium yang menunjang lima kompetensi keahlian. Kelima jurusan tersebut adalah Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Animasi, dan Bisnis Digital.

Pengenalan tidak terbatas pada aspek fisik gedung dan studio. Sekolah juga memperkenalkan ekosistem sosial, mengingat para siswa berasal dari berbagai latar belakang budaya dan daerah.

Fondasi Karakter di Tengah Kecakapan Digital

Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar, Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., menekankan bahwa MPLS bukan sekadar seremonial. Menurutnya, kegiatan ini menjadi jembatan bagi siswa untuk mengenal jati diri sekolah, kurikulum, hingga nilai toleransi di tengah keberagaman.

"Kecerdasan teknologi mutlak diperlukan, namun jika tidak dibarengi dengan etika dan karakter budaya, nilai tersebut akan hampa. Di SMK TI Bali Global, etika, rasa peduli, dan karakter adalah satu hal yang paling utama," tegas Prof. Bandem.

Selain itu, siswa juga diperkenalkan pada struktur manajemen, staf administrasi, hingga rekam jejak alumni berprestasi. Sekolah yang berdiri sejak 2006 ini optimistis dapat mencetak generasi muda yang cakap digital sekaligus berakhlak mulia dan berintegritas tinggi.

Pihak sekolah memberikan apresiasi kepada seluruh siswa baru yang mengikuti kegiatan sejak hari pertama dengan tertib, disiplin, dan antusias. Melalui MPLS edukatif ini, SMK TI Bali Global Denpasar menargetkan lulusan yang unggul secara akademik maupun non-akademik, namun tetap berpegang pada budaya lokal.

Reporter: Ivan Setiawan
Sumber: balikonten.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top